DPRD Soroti Tantangan Birokrasi Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
- 06 Feb 2026 08:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menilai satu tahun kepemimpinan Eri-Armuji masih sesuai jalur. Kendati sudah baik tetapi menurutnya masih butuh penguatan birokrasi lintas OPD.
Arif Fathoni menilai gaya kepemimpinan Eri Cahyadi sangat teknokratik dan detail. Ia melihat perencanaan pembangunan disusun dengan pendekatan rasional dan terukur.
"Gaya kepemimpinan Mas Wali ini teknokratik banget, detail dalam perencanaan. Geniusitas berpikirnya terlihat bagaimana kota ini benar-benar ingin dibawa maju,” ujarnya, dalam Forum Wartawan Surabaya, Kamis, 5 Februari 2025.
Namun, ia mengakui sebagian birokrat belum sepenuhnya menerjemahkan visi wali kota. Kendala terutama terjadi pada urusan lintas organisasi perangkat daerah.
"Seringkali gerakannya lambat, khususnya yang menyangkut lintas OPD. Padahal kita hidup di era birokrasi melayani, bukan birokrasi dilayani," ucapnya.
Menurut Arif Fathoni, penguatan koordinasi birokrasi menjadi kunci keberhasilan RPJMD. Tanpa sinergi OPD, arah pembangunan sulit terimplementasi secara utuh.
Menjawab kritik relasi politik, ia menegaskan fungsi pengawasan DPRD tetap berjalan. Komunikasi harmonis tidak menghilangkan peran kritis lembaga legislatif.
“Pemerintahan yang tidak diingatkan itu potent to corrupt. Cara mengingatkannya mungkin berbeda, tapi nalar kritis harus tetap terbangun,” katanya.
Ia menyebut kritik bisa disampaikan lewat dialog langsung, bukan selalu ke publik. Pendekatan tersebut dinilai mempercepat solusi kebijakan.
Terkait kritik media sosial, Mas Toni, sapaannya, menilai itu konsekuensi era digital. Pejabat publik harus siap disorot dan dinilai netizen.
"Hari ini bukan hanya wali kota yang disorot. Siapa pun yang muncul di media pasti direspons netizen,” ujarnya.
Pihaknya turut menyinggung posisi strategis Surabaya sebagai laboratorium kebhinekaan. Kota ini dinilai rentan dinamika sosial karena status ibu kota Jawa Timur.
“Alhamdulillah hari ini Surabaya kembali kondusif dan siap menyongsong peran strategis. Sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara pada 2028," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....