Pembatasan Gawai Sekolah Surabaya Perkuat Fokus Belajar
- 04 Feb 2026 07:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kebijakan pembatasan gawai di sekolah Surabaya mulai menunjukkan dampak positif. Sekolah mencatat peningkatan fokus belajar dan interaksi sosial siswa.
Kepala SMPK St. Vincentius Surabaya, Maria Widawati, menyampaikan aturan disosialisasikan sejak awal 2026. Kebijakan pembatasan HP tersebut merujuk Surat Edaran Wali Kota Surabaya.
“Kami sudah mensosialisasikan di awal tahun penerapan tata tertib ini,” ujar Maria, Rabu, 4 Januari 2026.
| Baca juga: Demo Sanggar Bangkitkan Minat Siswa |
Ia menegaskan aturan diterapkan berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Eri Cahyadi. Maria menilai pembatasan gawai memberi dampak signifikan bagi perkembangan siswa. “SMPK St. Vincentius ini akan terus menerapkan pembatasan gawai,” katanya.
Sebelum kebijakan diterapkan, siswa kerap menghabiskan waktu dengan gawai di sekolah. “Kalau dulu ketika anak-anak datang, mereka mabar atau membuka media sosial,” tuturnya.
Setelah gawai dikumpulkan, interaksi antarsiswa dinilai meningkat. “Setelah HP dikumpulkan, mereka menjadi lebih banyak berbicara dengan teman-temannya,” ucapnya.
Menurut Maria, surat edaran memberi landasan kuat bagi sekolah bersikap tegas. “Sekolah bisa benar-benar lebih tegas menerapkan pembatasan gawai,” ujarnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pembatasan bukan larangan total teknologi. “HP tidak boleh digunakan agar konsentrasi belajar terjaga,” katanya.
Ia menekankan penggunaan gawai tetap diperbolehkan sesuai ketentuan pembelajaran.“Tidak membolehkan bukan, tapi membatasi sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Eri menilai kebijakan ini mengembalikan esensi pendidikan dan pembentukan karakter. Suasana belajar dinilai lebih kondusif dan komunikatif. “Sekarang siswa lebih banyak bercengkrama dengan teman-temannya,” kata Eri. Ia menyebut interaksi siswa dengan guru juga semakin baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....