Sawit Bukan Tanaman Asli Indonesia

  • 03 Feb 2026 05:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kelapa sawit (Elaeis guineensis) bukan merupakan tanaman asli Indonesia, meskipun saat ini menjadi salah satu komoditas perkebunan utama nasional. Sejumlah catatan sejarah dan lembaga resmi mencatat, tanaman ini berasal dari Afrika dan baru diperkenalkan ke Nusantara pada abad ke-19.

“Elaeis guineensis is native to West and Central Africa,” tulis laman resmi PlantUse–PROSEA, basis data tanaman tropis yang dikelola lembaga ilmiah internasional. Catatan sejarah menunjukkan, kelapa sawit pertama kali masuk ke Hindia Belanda pada 1848. 

Bibit tanaman tersebut dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda dan ditanam di Kebun Raya Bogor sebagai tanaman koleksi dan percobaan botani, sebelum kemudian dikembangkan lebih lanjut. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam laman resminya menjelaskan bahwa pada tahap awal, sawit belum dibudidayakan secara komersial.

Perkebunan sawit baru berkembang pesat pada awal abad ke-20 setelah diketahui mampu tumbuh optimal di wilayah tropis Indonesia. “Perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkembang setelah tanaman ini diperkenalkan oleh pemerintah kolonial dan kemudian dibudidayakan secara luas karena nilai ekonominya,” tulis BPDPKS dalam penjelasan sejarah sawit nasional.

Meski bukan tanaman asli, kelapa sawit kemudian tumbuh menjadi komoditas strategis. Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, dengan kontribusi besar terhadap devisa negara dan penyerapan tenaga kerja.

Pemahaman mengenai asal-usul sawit dinilai penting sebagai bagian dari literasi sejarah pertanian, sekaligus untuk melihat perkembangan industri sawit Indonesia dalam konteks global dan kebijakan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....