Sidoarjo Rayakan Sedekah Bumi dengan Tumpeng Tempe Raksasa

  • 01 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID,Sidoarjo – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 tahun 2026 dimeriahkan tradisi ruwat desa atau sedekah bumi yang digelar masyarakat Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian. Tradisi sarat nilai budaya tersebut menjadi wujud rasa syukur warga sekaligus bagian dari pelestarian kearifan lokal menjelang bulan suci Ramadhan.

Ikon utama kegiatan ini adalah tumpeng ‎tempe raksasa setinggi sekitar 13 hingga 14 meter yang terbuat dari kurang lebih tiga kuintal kedelai. Tumpeng tersebut disusun secara gotong royong oleh warga dan menjadi simbol identitas Sedengan Mijen sebagai desa sentra penghasil tempe.

Usai doa bersama, ribuan warga yang sejak pagi memadati Lapangan Desa Sedengan Mijen langsung berebut potongan tempe raksasa. Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan tampak mewarnai prosesi tersebut, karena tempe yang dibagikan diyakini membawa berkah bagi masyarakat.

Selain tumpeng tempe raksasa, kegiatan ini juga diramaikan dengan 31 tumpeng hasil bumi yang dibawa masing-masing RT. Beragam hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turut dibagikan kepada warga, semakin menegaskan semangat kebersamaan dalam tradisi sedekah bumi.

Camat Krian, Nawari, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, mengapresiasi kekompakan masyarakat Sedengan Mijen dalam menjaga tradisi budaya lokal tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Sedengan Mijen. Tradisi ini sangat positif karena tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah,” ujar Nawari, Minggu 1 Februari 2026.

Ia menambahkan, apabila terus dilestarikan dan dikemas dengan baik, sedekah tumpeng tempe raksasa dapat masuk dalam agenda wisata budaya Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu, Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, menegaskan bahwa sedekah tumpeng tempe bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki serta sarana mempererat persatuan warga.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian ruwat desa berjalan lancar. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dan gotong royong warga. Terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” kata Hasanuddin.

Rangkaian ruwat desa telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, mulai dari istighosah, barikan Khotmil Qur’an, pagelaran wayang kulit, hingga pasar jajanan tradisional. Puncak kegiatan ditandai dengan doa bersama dan perebutan tumpeng di lapangan desa, dengan antusiasme warga yang berlangsung hingga acara berakhir.

Tradisi tumpeng tempe raksasa ini terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Sedengan Mijen dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Sidoarjo dalam memperingati Harjasda ke-167.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....