Pemkot Surabaya Teken MoU PTN–PTS, Pastikan Beasiswa Tepat Sasaran

  • 29 Jan 2026 06:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya akan menandatangani nota kesepahaman dengan PTN dan PTS pada Jumat, 30 Januari 2026. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis pelaksanaan Beasiswa Pemuda Tangguh jenjang mahasiswa.

MoU tersebut ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama para rektor PTN dan PTS. Kerja sama ini memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

“InsyaAllah, Jumat nanti kami menandatangani MoU dengan PTN dan PTS,” kata Wali Kota Eri. Ia menegaskan UKT penerima beasiswa menjadi urusan langsung Pemkot dan perguruan tinggi.

Melalui skema ini, mahasiswa Surabaya tetap dapat menempuh pendidikan tinggi secara gratis. Pemkot memastikan tidak ada hambatan biaya bagi penerima Beasiswa Pemuda Tangguh.

Hasil evaluasi menunjukkan banyak mahasiswa berprestasi tidak diterima di PTN lalu melanjutkan ke PTS. Saat ini, sekitar 10.000 mahasiswa PTS terancam drop out akibat kesulitan membayar biaya kuliah.

Sebagian mahasiswa menunggak pembayaran, hampir dikeluarkan, bahkan sudah lulus namun masih memiliki tunggakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya.

“Anak-anak dari desil ekonomi 1 sampai 5 justru banyak berada di PTS,” ujar Eri Cahyadi. Ia menegaskan mereka harus tetap diberi kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.

Program ini juga menegaskan pelaksanaan Satu Sarjana Satu Keluarga Miskin. Jika satu keluarga telah memiliki sarjana, bantuan dialihkan ke keluarga lain.

Fokus utama program adalah memastikan mahasiswa lulus, bekerja, dan meningkatkan taraf hidup keluarga. Beasiswa tidak hanya diberikan, tetapi harus berdampak jangka panjang.

Dalam evaluasi, ditemukan ketidaksesuaian jalur masuk penerima beasiswa. Sesuai Perwali, jalur seharusnya berbasis prestasi, bukan jalur mandiri.

“Kami sepakati, jika mahasiswa benar-benar tidak mampu, tetap dibiayai pemerintah kota,” jelasnya. Besaran pembiayaan dibicarakan bersama pihak rektorat.

Pemkot juga menemukan manipulasi data penghasilan orang tua dalam pengajuan beasiswa. Ketidaksinkronan data menyebabkan UKT tidak proporsional dan menimbulkan ketidakadilan.

Pada 2025, terdapat 5.168 penerima Beasiswa Pemuda Tangguh di Surabaya. Sebanyak 880 mahasiswa atau 17 persen berasal dari jalur mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....