Haul Gus Dur Hadirkan Ragam Budaya Lintas Iman

  • 27 Jan 2026 22:02 WIB
  •  Surabaya

RRRI.CO.ID, Surabaya - Peringatan haul ke-16 Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur akan digelar selama dua hari melalui acara bertajuk Ekspresi Ragam Budaya. Kegiatan berlangsung pada Rabu–Kamis (28/1) di kawasan Taman Apsari, tepatnya di depan Arca Joko Dolog, Surabaya.

Panitia acara Ike mengatakan, meski Gus Dur wafat pada 30 Desember, peringatan haul biasanya digelar sepanjang Desember hingga Januari. Tahun ini, peringatan haul disebut memiliki kekhususan tersendiri.

“Haul ke-16 Gus Dur ini spesial karena kami dari Gusdurian Surabaya berkolaborasi dengan Abdi Dalam Joko Dolog. Temanya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” kata Ike, Selasa 27 Januari 2026.

Ike menjelaskan, rangkaian hari pertama dimulai Rabu (28/1) pukul 11.00 WIB dengan khotmil Quran dan tahlil hingga sore. Kegiatan dilanjutkan dengan ruqyah massal serta pengobatan tradisional atau ruwatan.

Sore hingga malam hari diisi talkshow kebudayaan yang menghadirkan sejumlah budayawan dan sejarawan, di antaranya R.N. Bayu Aji, Taufik Hidayat dari Joko Dolog, serta Panji P. Sriwijaya. Acara hari pertama ditutup dengan pertunjukan kesenian jaranan oleh Ki Heri Senser.

Sementara itu, hari kedua, Kamis (29/1), akan melibatkan jejaring Gusdurian lintas iman, lintas budaya, dan lintas generasi. Pengisi acara berasal dari berbagai latar belakang agama, mulai dari Islam, penghayat kepercayaan, Hindu, Katolik, Protestan, hingga Konghucu.

Rangkaian hari kedua dimulai sejak siang dengan pra-acara berupa pertunjukan musik, sarasehan seni budaya, serta sosialisasi budaya keris atau Tosan Aji. Menjelang malam, digelar atraksi barongsai yang bergerak menuju kawasan tengah kota.

Puncak acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan menyanyikan Indonesia Raya, tari Remo, sambutan panitia dan sesepuh, serta penampilan seni lintas iman. Rangkaian ditutup dengan doa lintas iman dan tumpengan.

Ike menegaskan, seluruh rangkaian peringatan haul ke-16 Gus Dur terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

“Gratis dan terbuka untuk siapa saja. Selama dua hari, masyarakat bisa hadir dan merasakan semangat kebudayaan serta kebersamaan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....