Ancam Demografi, Dewan Jatim Soroti Turunnya Angka Pernikahan

  • 27 Jan 2026 17:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas menyoroti turunnya angka pernikahan. Kepada RRI Selasa, 27 Januari 2026, Puguh menyebut angka pernikahan nasional turun sekitar 30 persen dalam satu dekade. 

Penurunan ini dinilai paradoksal di tengah Indonesia memasuki era bonus demografi. Ia menilai kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang perlu perhatian bersama. 

“Indonesia dan Jawa Timur sedang berada pada puncak usia produktif,” ujar Puguh. 

Generasi milenial dan Gen Z seharusnya mendorong peningkatan angka pernikahan. Namun realitas menunjukkan penurunan terjadi di Surabaya, Malang, Batu, dan daerah lain. Kondisi tersebut mencerminkan perubahan sosial di kalangan generasi muda. 

“Gen Z memandang pernikahan tidak lagi sebagai ritual yang sakral,” katanya. 

Ia menyebut faktor ekonomi, masa depan, dan kesiapan mental memengaruhi keputusan menikah. Puguh mengingatkan penurunan pernikahan berpotensi memicu ancaman aging population. Ia mencontohkan Jepang yang menghadapi minim regenerasi penduduk produktif. 

“Tanpa sumber daya manusia cukup, pembangunan dan demokrasi akan terganggu,” ucapnya tegas. 

Ia mendorong pemerintah menyusun mitigasi dan mengampanyekan isu ini secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....