Amalan Agar Terhindar Musibah dan Bencana
- 26 Jan 2026 05:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Beragam musibah dan bencana yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat, mulai dari bencana alam, persoalan kesehatan, hingga tekanan sosial dan ekonomi, memunculkan rasa cemas dan ketidakpastian. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tidak hanya membutuhkan kesiapan secara fisik dan materi, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual sebagai fondasi menghadapi ujian hidup.
Dalam Mutiara Pagi, Senin, 26 Januari 2026, Hj. Haniah, Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, mengatakan, penguatan mental dan spiritual menjadi hal yang penting agar masyarakat memiliki ketahanan diri saat menghadapi situasi sulit. Sebab menurutnya, musibah merupakan bagian dari kehidupan yang perlu disikapi dengan ikhtiar lahir dan batin.
“Selain upaya nyata seperti menjaga keselamatan dan kewaspadaan, kita juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui doa, memperbaiki ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Itu menjadi pelindung diri secara spiritual,” ujarnya.
Ia menjelaskan, amalan sederhana namun rutin dilakukan dapat membangun ketenangan jiwa, yang sangat dibutuhkan ketika seseorang menghadapi cobaan. Menurutnya, spiritualitas berfungsi sebagai penopang batin yang membantu seseorang tetap teguh ketika menghadapi keadaan sulit.
Tanpa ketenangan hati, seseorang akan lebih mudah dilanda kepanikan dan keputusasaan. “Musibah itu bagian dari ujian hidup. Kita tetap wajib berikhtiar secara nyata, menjaga keselamatan, waspada terhadap lingkungan, tetapi jangan lupa ikhtiar batin. Doa, ibadah, dan kedekatan kepada Allah menjadi penguat yang sering kali dilupakan,” ujarnya.
Hati yang dekat dengan Allah, dikatakan Ustazah Haniah, akan lebih tenang. Dari ketenangan itu muncul kekuatan untuk menghadapi ujian, bukan hanya takut pada musibah, tetapi siap secara mental dan rohani.
Namun, selain itu, sebagai muslim, Ustazah Haniah mengatakan kita juga tidak boleh mengesampingkan kepedulian sosial. Karena itu juga termasuk bagian dari amalan yang berdampak luas.
“Membantu sesama, bersedekah, dan menjaga hubungan baik dengan orang lain juga menjadi sebab datangnya pertolongan Allah. Jadi amalan itu bukan hanya vertikal kepada Tuhan, tetapi juga horizontal kepada manusia,” katanya.
Ia menilai bahwa solidaritas sosial menjadi salah satu bentuk perlindungan tidak langsung dari berbagai kesulitan hidup, karena masyarakat yang saling peduli akan lebih kuat menghadapi musibah bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....