Srikandi Muda Pesinden Blitar Bicara Pelestarian Budaya
- 25 Jan 2026 21:17 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya : Eksistensi budaya nusantara di era digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Semangat inilah yang mengemuka dalam program siaran Tanjung Perak Malam di Pro 4 RRI Surabaya pada Minggu 25 Januari 2026 malam.
Mengusung topik "Wanita Muda Pelestari Budaya", diskusi kali ini menghadirkan sudut pandang segar dari para praktisi dan pengamat budaya. Hadir sebagai narasumber utama, Ries Handana, seorang Pecinta Budaya Nusantara, didampingi dua pesinden muda berbakat asal Kota Blitar, Aya Prameswaria dan Novia Larasati.
Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Ning Aya dan Ning Laras berbagi kisah mengenai dedikasi mereka dalam menekuni kesenian tradisional di tengah gempuran tren modern. Menurut mereka, menjadi seniman muda di Blitar bukan sekadar menjalankan hobi, melainkan menjaga marwah tanah kelahiran.
"Budaya itu bukan sesuatu yang kuno. Justru melalui sentuhan anak muda, nilai-nilai luhur ini bisa tetap relevan dan 'keren' di mata generasi sekarang," ujar Ning Aya penuh semangat.
Senada dengan hal tersebut, Ning Laras menekankan pentingnya peran wanita dalam transmisi budaya. ”Ketelatenan dan kelembutan seorang wanita menjadi instrumen penting dalam mengajarkan filosofi seni kepada generasi di bawahnya.” Kata Laras.
Cak Ries, selaku pengamat dan pecinta budaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata yang dilakukan kedua seniman muda Blitar tersebut. Ia menyebut bahwa regenerasi adalah kunci agar budaya nusantara tidak hanya menjadi catatan sejarah.
"Kehadiran Ning Aya dan Ning Laras adalah bukti bahwa kita tidak kekurangan talenta. Yang dibutuhkan sekarang adalah ruang dan apresiasi agar para 'Srikandi' muda ini terus percaya diri menampilkan jati diri bangsanya. Karena budaya itu anot jaman kelakok atau budaya itu mengikuti jamannya. Meskipun menggeluti seni campursari, tapi yang muda menampilkan lagu campursari yang kekinian." ungkap Cak Ries.
Melalui frekuensi Pro 4 RRI Surabaya, para narasumber mengajak pendengar—khususnya kaum muda—untuk tidak malu mempelajari seni tradisi. Diskusi malam itu ditutup dengan pesan kuat bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipupuk sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....