Psikolog Ungkap People Pleaser Picu Risiko Autoimun
- 24 Jan 2026 20:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Penyakit autoimun kini menjadi isu kesehatan yang kian banyak diperbincangkan masyarakat. Secara medis, autoimun merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel sehat, sehingga memicu peradangan kronis dan kerusakan organ.
Namun, persoalan autoimun tak hanya dilihat dari sisi medis. Psikolog klinis asal Surabaya, Wenika, menyoroti keterkaitan penyakit ini dengan kondisi psikologis, khususnya pola perilaku people pleaser.
“Autoimun bukan hanya soal fisik, tetapi juga sangat berkaitan dengan pola pikir dan perilaku seseorang, terutama pada individu yang memiliki kecenderungan people pleaser,” kata Wenika saat dihubungi Pro1, Sabtu 24 Januari 2026.
Wenika menjelaskan, people pleaser merupakan individu yang cenderung mengutamakan kepentingan orang lain demi mendapatkan penerimaan sosial. Pada awalnya, sikap ini kerap dipandang positif, namun dapat berdampak negatif jika dilakukan secara berlebihan dan dalam jangka panjang.
Menurutnya, ketidakmampuan menetapkan batasan diri menjadi masalah utama. Hal ini dapat memicu overthinking, stres, gangguan kecemasan, hingga rasa tidak aman yang berujung pada terpendamnya emosi negatif.
“Risikonya bisa berupa stres kronis, rasa marah terpendam, hingga kehilangan jati diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wenika mengungkapkan bahwa akumulasi stres emosional berpotensi memengaruhi kondisi fisik. Berdasarkan pengalamannya menangani pasien, banyak penderita autoimun memiliki riwayat sebagai people pleaser.
“Kelelahan emosional yang berlangsung lama dapat memengaruhi sistem imun dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kecenderungan autoimun,” jelasnya.
Dari sisi medis, autoimun umumnya tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dikendalikan. Karena itu, Wenika menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh.
“Selain pengobatan medis, penderita autoimun juga membutuhkan pendampingan psikologis agar kualitas hidup tetap terjaga,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan fisik secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....