Cinta Pencak Silat Bawa Sarah Mendunia

  • 23 Jan 2026 18:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kecintaan pada pencak silat sebagai olahraga asli Indonesia mengantar Sarah Tria Monita menorehkan prestasi di pentas dunia dan nasional. Bagi atlet yang kini menjadi ikon olahraga tradisional tersebut, silat bukan sekadar kompetisi, melainkan warisan budaya yang wajib dikenalkan kepada generasi muda.

Sarah mengaku awal kecintaannya pada pencak silat bermula dari lingkungan keluarga yang berlatar atlet. Sejak kecil, ia dikenalkan beragam cabang olahraga sebelum akhirnya menekuni pencak silat pada usia 15 tahun.

“Sejak kecil saya dikenalkan berbagai olahraga oleh keluarga. Pencak silat saya pilih karena ini olahraga asli Indonesia yang sarat budaya dan seni, dan saya ingin itu terus hidup di generasi muda,” ujar Sarah dalam wawancara dengan RRI Surabaya, Jumat 23 Januari 2026.

Ketekunan itu membuahkan hasil. Pada Asian Games 2018 di Jakarta, Sarah berhasil meraih medali emas di kelas C putri 55–60 kg, setelah mengalahkan pesilat dari Laos dengan skor 5–0.

Momen itu makin berkesan karena terjadi bertepatan dengan kemenangan sang suami, Iqbal Candra Pratama, yang juga menjuarai kelas D putra di ajang yang sama. Prestasi itu menjadi salah satu kisah inspiratif tentang pasangan suami istri yang sama-sama mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Tidak hanya di level internasional, konsistensi prestasi Sarah juga terlihat di ajang nasional. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut 2024, Sarah kembali meraih medali emas cabang pencak silat, memperkuat dominasinya sebagai atlet elite di Indonesia. Di ajang yang sama, Iqbal juga berhasil membawa pulang medali emas, mencatatkan rekor prestasi yang serupa di tingkat nasional.

Menurut Sarah, prestasi yang diraihnya adalah bentuk pengabdian terhadap tradisi bangsa. Ia menegaskan, pencak silat adalah olahraga yang memiliki akar budaya mendalam dan perlu terus dikenalkan sejak usia dini.

“Pencak silat bukan hanya soal bertanding. Ini bagian dari identitas kita sebagai bangsa. Saya ingin anak-anak muda mengenalnya supaya tidak hilang oleh waktu,” ujar Sarah.

Upaya pelestarian pencak silat juga mendapat dukungan dari pemerintah dan organisasi olahraga. Pencak silat telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, sekaligus terus didorong pengenalannya melalui jalur pendidikan serta pembinaan usia dini di sekolah-sekolah oleh pemerintah dan induk organisasi olahraga.

Melalui kombinasi kecintaan pada budaya dan komitmen prestasi, Sarah Tria Monita menunjukkan bahwa olahraga tradisional seperti pencak silat mampu berkembang menjadi arena pembinaan atlet elit sekaligus menjaga nilai budaya Indonesia tetap hidup dan dicintai generasi penerus bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....