Hari Pejalan Kaki Nasional Momentum Keselamatan

  • 22 Jan 2026 19:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Hari ini diperingati sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional di Indonesia, sebuah momen penting untuk menyuarakan keselamatan, hak, dan kenyamanan para pejalan kaki di ruang publik. Setiap 22 Januari dipilih untuk mengenang sebuah tragedi kecelakaan di halte Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 22 Januari 2012, ketika sebuah mobil menabrak 13 pejalan kaki dan menewaskan sembilan orang. Inisiatif ini dicetuskan oleh Koalisi Pejalan Kaki (Kopeka) sebagai momentum refleksi kebijakan dan infrastruktur kota.

Sejak ditetapkannya tanggal ini, komunitas pejalan kaki serta pendukungnya berkumpul setiap tahunnya di lokasi tragedi untuk mengenang korban sekaligus mendorong perbaikan fasilitas serta regulasi pejalan kaki. Diskusi publik, kampanye keselamatan jalan, dan walkathon komunitas menjadi rangkaian kegiatan yang menguatkan suara bahwa pejalan kaki adalah bagian tak terpisahkan dari sistem transportasi perkotaan.

Walaupun berjalan kaki adalah moda transportasi yang paling dasar dan sehat, kenyataannya fasilitas pejalan kaki di banyak wilayah Indonesia masih jauh dari ideal. Penelitian ilmiah menunjukkan sejumlah persoalan nyata, diantaranya

1.Keterpaduan trotoar belum optimal, Studi di Yogyakarta menemukan bahwa jalur pejalan kaki sering terganggu fungsi dan aksesibilitasnya karena dialihfungsikan untuk parkir atau pedagang dagang kaki lima sehingga tidak terpadu dengan ruang lingkungan dan sistem transportasi sekitarnya.

2.Kondisi fisik trotoar yang buruk, Penelitian di Pekanbaru mencatat banyak trotoar tidak rata, berlubang, atau terhalang aktivitas non-pejalan kaki.

3.Kenyamanan pejalan kaki masih rendah, Analisis di Yogyakarta menunjukkan fasilitas belum memenuhi standar kenyamanan dan dukungan bagi pejalan kaki.

4.Hambatan operasional di trotoar, Di Kabupaten Kuningan, hambatan seperti pedagang kaki lima dan parkir di jalur pejalan kaki menyebabkan fungsi dan layanan trotoar tidak optimal.

5.Riset lain juga menyoroti persepsi potensi bahaya terhadap keselamatan pejalan kaki serta indeks kelayakan fasilitas yang masih kurang memadai di beberapa ruas jalan.

Data dari National Highway Traffic Safety Administration di Amerika Serikat menunjukkan bahwa ribuan pejalan kaki tewas dan puluhan ribu lainnya terluka akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya, dengan tren peningkatan korban selama dekade terakhir. � Penelitian internasional juga membahas strategi teknis, seperti leading pedestrian intervals yang memberi waktu ekstra bagi pejalan kaki untuk mulai menyeberang lebih dulu sebagai upaya mengurangi tabrakan di persimpangan.

Peringatan Hari Pejalan Kaki Nasional bukan sekadar mengenang tragedi, tetapi ajakan kolektif untuk menciptakan lingkungan walkable, yang tak hanya aman, tetapi juga nyaman, inklusif, dan mendukung gaya hidup sehat. Pemenuhan hak pejalan kaki memerlukan kolaborasi antara pemerintah, perencana kota, komunitas, dan masyarakat umum.

Para ahli menekankan pentingnya mengintegrasikan jalur pejalan kaki dalam desain kota serta perlunya kebijakan yang tegas demi menjamin hak pejalan kaki atas ruang jalan yang aman dan layak pakai. Dengan langkah bersama, peringatan nasional ini bisa berubah menjadi momentum nyata dalam transformasi kota yang lebih manusiawi.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....