Kerokan Bukan Solusi Masuk Angin Menurut Medis

  • 19 Jan 2026 02:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Fenomena masuk angin telah lama menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gejala tubuh terasa tidak enak, pegal, meriang, hingga kembung. Dalam praktik sehari-hari, banyak masyarakat mempercayai bahwa masuk angin dapat disembuhkan melalui metode kerokan. Namun, pandangan tersebut berbeda dengan penjelasan dari sisi medis.

Dokter Stephany, salah satu dokter praktik di Surabaya, menjelaskan bahwa dalam dunia kesehatan modern, masuk angin bukanlah penyakit tersendiri. “Dalam dunia medis, masuk angin ini justru menjadi sinyal tubuh yang sedang mengalami gangguan, dan penyembuhan pun bukan dengan melakukan kerokan,” ujar dokter Stephany saat dihubungi Pro 1, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurutnya, anggapan bahwa kerokan mampu mengeluarkan angin dari dalam tubuh hanyalah persepsi budaya. “Secara medis, kerokan bukan buang angin. Di budaya kita, kerokan dipercaya bisa mengeluarkan angin dari tubuh. Masuk angin kerokan, badan pegal, kerokan. Padahal dalam sudut pandang holistik, tubuh enggak pernah menyimpan angin seperti balon,” ujarnya.

Lebih lanjut, dokter Stephany memaparkan bahwa reaksi yang terjadi saat seseorang dikerok sebenarnya merupakan respon kulit terhadap tekanan dan gesekan. “Yang terjadi sebenarnya bukan angin keluar. Tapi respon stres kulit, gesekan keras memicu pelepasan histamin, pembuluh darah melebar, aliran darah meningkat,” ucapnya.

Ia menambahkan, sensasi lega yang dirasakan setelah kerokan tidak menandakan tubuh telah sembuh. “Tubuh merasa lega bukan karena sembuh tapi karena sistem saraf teralihkan dari rasa sakit yang lebih dalam,” kata dokter Stephany. Efek tersebut, lanjutnya, hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan gangguan utama yang dialami tubuh.

Dokter Stephany menegaskan bahwa kerokan berisiko menutupi sinyal alami tubuh. “Masalahnya ini cuma menutupi sinyal tubuh bukan menyembuhkan akar masalahnya. Secara holistik kerokan itu rasa relax sesaat bukan solusi,” katanya.

Ia pun menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan jika gejala masuk angin sering muncul. “Kalau sering masuk angin berarti ada yang perlu dibenahi, misalnya masalah pencernaan, pola makan, kualitas tidur atau imunitas. Tubuh selalu bicara, kerokan cuma bikin kita berhenti mendengarnya,” ucapnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....