Menilik Bekam sebagai Warisan Penyehatan Tradisional

  • 14 Jan 2026 06:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya: Program Tanjung Perak Malam: Obrolan Budaya di RRI Pro 4 Surabaya kembali hadir menyapa pendengar pada Selasa malam (13/1/2026). Edisi kali ini mengangkat topik menarik bertajuk "Tradisi Penyehatan Bekam", yang mengupas tuntas sisi budaya sekaligus manfaat kesehatan dari teknik pengobatan kuno ini.

Hadir sebagai narasumber, Cak Wendyelinus Agus Susatyo atau yang akrab dipanggil Cak Wendy, seorang praktisi terapi tradisi bekam, serta Cak Ries Handana atau Cak Ries, seorang pecinta budaya Nusantara. Keduanya berbagi perspektif mengenai bagaimana bekam tetap eksis di tengah kemajuan medis modern.

Bekam adalah metode pengobatan tradisional kuno dari Timur Tengah dan Tiongkok yang menggunakan cangkir hisap untuk menciptakan daya tarik pada kulit, bertujuan meredakan nyeri, meningkatkan aliran darah, mengendurkan jaringan otot, dan diyakini mengeluarkan "darah kotor" atau racun dari tubuh melalui peningkatan aliran darah dan stimulasi penyembuhan. Terapi ini dikenal sebagai hijamah dalam bahasa Arab, sering digunakan untuk mengatasi sakit punggung, migrain, dan masalah otot lainnya, dengan teknik bekam kering (hisap) dan bekam basah (disertai sayatan kecil).

Menurut Cak Ries, bekam telah lama menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat Nusantara. Meski akarnya sering dikaitkan dengan tradisi Timur Tengah (hijamah), masyarakat lokal telah mengadopsi dan menyelaraskannya dengan kearifan lokal selama berabad-abad. Bekam bukan sekadar pengobatan, tapi warisan budaya

"Bekam ini adalah bukti bahwa nenek moyang kita memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan preventif. Ini bukan sekadar mengeluarkan darah, tapi merupakan harmoni antara perawatan fisik dan spiritual yang sudah mengakar di masyarakat kita," ujar Cak Ries.

Dari sisi praktisi, Cak Wendy menjelaskan bahwa bekam bekerja dengan cara melepaskan darah statis atau toksin dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Ia menekankan bahwa saat ini, praktik bekam telah bertransformasi menjadi lebih higienis dan terukur tanpa meninggalkan esensi tradisionalnya.

"Intinya adalah detoksifikasi. Dengan teknik yang benar, bekam mampu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan imunitas. Di era sekarang, kita tetap memegang teguh pakem tradisi, namun standar kebersihan adalah nomor satu," jelas Cak Wendy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....