Payung, Alat Pelindung Hujan Sejak Ribuan Tahun Lalu
- 06 Jan 2026 09:18 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Memasuki musim hujan, payung kembali menjadi perlengkapan yang banyak digunakan masyarakat. Selain melindungi dari hujan, payung juga kerap dimanfaatkan untuk menghindari terik matahari. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa payung merupakan alat pelindung yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu.
Laman resmi Encyclopaedia Britannica mencatat, payung telah dikenal dan digunakan di peradaban Mesir Kuno dan Tiongkok. Pada masa itu, payung tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas matahari, tetapi juga memiliki makna simbolik.
“Umbrellas were used in ancient Egypt and China as protection from the sun and as symbols of rank and authority (payung digunakan di Mesir Kuno dan Tiongkok sebagai pelindung dari sinar matahari serta sebagai simbol kedudukan dan kekuasaan),” tulis Encyclopaedia Britannica dalam laman resminya.
Dalam sejumlah catatan sejarah Tiongkok kuno, tokoh pertukangan bernama Lu Ban kerap dikaitkan dengan pengembangan payung yang kemudian dapat digunakan untuk melindungi dari hujan. Payung tersebut dibuat dari bahan kertas yang dilapisi lilin dan pernis agar tahan air.
Seiring perkembangan zaman, fungsi dan bentuk payung terus mengalami penyempurnaan. Di Eropa, payung mulai digunakan secara luas sebagai pelindung hujan pada abad ke-18 dan mengalami inovasi hingga tercipta payung lipat yang praktis seperti yang digunakan masyarakat saat ini.
Hingga kini, payung tetap menjadi alat pelindung penting dari hujan dan panas matahari, sekaligus bagian dari kebutuhan sehari-hari masyarakat modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....