Meneladani Sifat Al-Lathif
- 29 Des 2025 06:41 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Sifat Al-Lathif dalam Asmaul Husna dimaknai sebagai sifat Allah SWT Yang Maha Lembut dan Maha Halus, sekaligus mencerminkan keluasan rahmat serta pengetahuan-Nya yang sangat mendetail. Sifat ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dengan Asmaul Husna lainnya dalam satu kesatuan rahmat Allah bagi seluruh makhluk.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sukomanunggal, Kementerian Agama Kota Surabaya, Ustazah Mailah, menjelaskan bahwa sifat Al-Lathif disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai gambaran kelembutan Allah yang bekerja secara halus namun menyeluruh. “Allah Maha Mengetahui segala sesuatu hingga ke detail terkecil, dan ketetapan-Nya selalu mengandung kelembutan serta kebaikan bagi hamba-Nya,” ujarnya.
Menurutnya, meneladani sifat Al-Lathif dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tutur kata yang lemah lembut, tidak menyakiti orang lain, serta menjauhi perkataan kasar. “Lisan yang lembut adalah cerminan hati yang bersih dan bentuk nyata dari pengamalan sifat Al-Lathif,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membantu sesama dengan tulus ikhlas sesuai kemampuan, disertai sikap rendah hati dan menjauhi kesombongan. “Ketika kita ikhlas berbuat baik, Allah sendiri yang akan membalasnya dengan cara yang paling halus dan tak terduga,” kata Ustazah Mailah.
Selain itu, sikap pemaaf dan rasa syukur menjadi bagian penting dalam meneladani Al-Lathif. “Memaafkan meringankan hati, sementara bersyukur membuat kita sadar bahwa setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik. Hati yang berat karena dendam hanya akan membawa penyakit,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....