Tiga Fase Kehidupan Manusia
- 16 Des 2025 07:15 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Kehidupan manusia berjalan dalam tahapan yang terus berubah, dari kondisi tidak berdaya, berangsur kuat, hingga kembali melemah di akhir usia. Dalam Islam, setiap fase tersebut bukan sekadar proses biologis, melainkan bagian dari ketetapan Allah SWT yang sarat dengan tanggung jawab dan makna ibadah.
Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah Surabaya, Ustad Nafiuddin dalam tausiyahnya di program acara Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya, Selasa (16/12/2025), menjelaskan bahwa perjalanan hidup manusia dimulai dari ketiadaan, kemudian lahir dalam keadaan lemah, tumbuh kuat pada masa muda dan dewasa, lalu memasuki fase lansia hingga akhirnya wafat.
“Manusia itu awalnya tidak ada, kemudian Allah menghidupkan, menguatkan, lalu mengembalikan dalam keadaan lemah hingga meninggal dunia,” ujarnya.
Menurutnya, banyak hal dapat dilakukan manusia selama hidup di dunia, namun bekal utama yang akan menyertai ke kehidupan berikutnya adalah amal saleh. “Apa yang kita bawa kelak bukan harta atau jabatan, tetapi amal kebaikan yang kita lakukan selama hidup,” kata Ustad Nafiuddin.
Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 28 yang menjelaskan proses kehidupan manusia dari tidak bernyawa, kemudian dihidupkan, dimatikan, dan kelak dibangkitkan kembali. Ayat tersebut, menurut dia, menjadi pengingat agar setiap fase kehidupan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ustad Nafiuddin menambahkan, salah satu fase yang akan dimintai pertanggungjawaban secara khusus adalah masa muda. “Karena itu, setiap fase kehidupan harus diisi dengan amal saleh dan rasa syukur, agar kita berharap mengakhiri hidup dalam keadaan husnul khatimah,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....