Inflasi Tahunan Jatim November 2025 sebesar 2,63 persen

  • 02 Des 2025 12:11 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Pada November 2025, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar 2,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,42. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yang mencapai 3,26 persen dengan IHK 112,94, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,02 persen dengan IHK 107,41.

Stastisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur Debora Sulistya Rini, menjelaskan, kenaikan inflasi y-on-y disebabkan oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 3,81 persen, diikuti kelompok pakaian dan alas kaki yang naik 0,80 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat 1,34 persen, sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,38 persen.

"Kelompok kesehatan juga mengalami kenaikan 1,96 persen, transportasi 1,01 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,17 persen, pendidikan 1,71 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,40 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi, yakni 13,56 persen. Sementara itu, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, turun 0,54 persen." ujarnya.

Sejumlah komoditas tercatat memberikan andil besar terhadap inflasi y-on-y, di antaranya emas perhiasan, beras, cabai merah, telur ayam ras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, mobil, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, daging ayam ras, santan jadi, kelapa, kopi bubuk, nasi dengan lauk, biaya perguruan tinggi, sepeda motor, sigaret kretek tangan (SKT), wortel, daging sapi, dan jeruk.

"Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi y-on-y meliputi bawang putih, pisang, tomat, telepon seluler, ikan mujair, laptop/notebook, dan sabun detergen bubuk." jelas Debora.

Sementara itu, pada inflasi month to month (m-to-m), komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah tomat, emas perhiasan, bawang merah, angkutan udara, cabai merah, sawi hijau, ikan mujair, wortel, dan kacang panjang. Di sisi lain, komoditas yang memberi andil deflasi m-to-m antara lain beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Secara keseluruhan, inflasi m-to-m Jawa Timur pada November 2025 berada di angka 0,17 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) mencapai 2,16 persen.

"Seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur juga mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya yang mencapai 0,21 persen." katanya, mengakhiri

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....