Kata “Gacor” dari Kicau Burung ke Bahasa Gaul

  • 08 Nov 2025 19:21 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Istilah “gacor” kini banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda dan warganet. Namun, tak banyak yang tahu bahwa kata ini berasal dari dunia burung kicau dan memiliki akar makna yang cukup panjang sebelum akhirnya menjadi bagian dari bahasa gaul, termasuk dalam dialek khas Suroboyoan.

Mengutip laman resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), kata gacor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “berkicau di setiap tempat dan waktu (tentang burung)”. Istilah ini awalnya digunakan para penghobi burung untuk menyebut burung yang rajin berkicau dengan suara lantang dan merdu.

Dalam perkembangannya, kata “gacor” mengalami perluasan makna di masyarakat. Kini, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan seseorang, benda, atau keadaan yang sedang dalam performa terbaik. Contohnya, penyanyi yang tampil dengan suara bagus disebut “lagi gacor”, atau pedagang yang ramai pembeli disebut “dagangannya lagi gacor”.

Dalam dialek Suroboyoan, kata “gacor” makin akrab dipakai untuk menandakan sesuatu yang hebat atau “jos”. Ungkapan seperti “rek, suaramu gacor pol” menjadi cara khas arek Suroboyo memberi pujian dengan gaya santai dan lugas.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia terus hidup dan beradaptasi dengan perkembangan zaman serta budaya lokal. Dari arti semula yang berkaitan dengan kicauan burung, “gacor” kini menjadi simbol semangat, kelancaran, dan energi positif dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk di Surabaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....