Khofifah dan Penasihat Presiden Rusia Bahas Kolaborasi Maritim
- 06 Nov 2025 15:07 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Penasihat Presiden Federasi Rusia H.E. Nikolai Patrushev bersama delegasi Dewan Maritim Federasi Rusia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (5/11/2025). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis di bidang maritim, pendidikan, dan penelusuran sejarah diplomasi kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut yang dinilainya membuka ruang kerja sama baru antara Jawa Timur dan Rusia. “Kami ingin menindaklanjuti kerja sama dengan Federasi Rusia, apakah investasi untuk dermaga atau shipbuilding, peningkatan sumber daya manusia, dan penelusuran sejarah Rusia dan Indonesia,” ujarnya.
Khofifah menekankan peran strategis Jawa Timur sebagai simpul logistik nasional. Ia menyebut 80 persen logistik untuk wilayah Indonesia timur dipasok dari Jawa Timur. “Pemerintah pusat menempatkan industri maritim di Surabaya dan wilayah lain di Jawa Timur. Ada 39 jalur tol laut, 21 di antaranya berangkat dari Tanjung Perak Surabaya,” jelasnya.
Selain penguatan industri maritim, Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kemaritiman. “Dari sisi pendidikan, kita membutuhkan sumber daya manusia yang bisa menguasai sektor maritim, itu menjadi penting bagi Jawa Timur,” katanya.
Gubernur Khofifah juga menyinggung kinerja ekonomi Jawa Timur yang terus tumbuh stabil. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 mencapai 5,23 persen atau lebih tinggi dari nasional, dengan kontribusi 14,44 persen terhadap PDB nasional. “Jawa Timur merupakan daerah paling luas di Pulau Jawa dan menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Penasihat Presiden Rusia Nikolai Patrushev mengusulkan pembangunan monumen kapal selam Pasopati sebagai simbol persahabatan Indonesia–Rusia.
“Untuk memperingati peristiwa historis ini, saya mengusulkan membangun bersama monumen kapal selam Pasopati untuk melestarikan kenangan kerja sama erat antara kedua negara,” katanya.
Patrushev juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya. “Saya yakin bahwa kerja sama antara kedua negara kita akan konstruktif dan menguntungkan bagi kedua rakyat kita,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....