Harmoni Bambu dari Nusantara ke Dunia

  • 03 Nov 2025 07:32 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Di tengah kekhawatiran akan semakin pudarnya minat generasi muda terhadap warisan budaya tradisional, Indonesia justru mengirimkan pesan kuat dari seberang benua.

Melalui denting bambu angklung, suara harmoni dari Nusantara akan menggema di panggung dunia dalam perayaan World Angklung Day (WAD) yang rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, di Mills Theater, Millbrae, California, Amerika Serikat.

Acara ini menjadi bentuk nyata upaya melestarikan budaya di tengah arus globalisasi. Diselenggarakan oleh Indonesia Lighthouse bekerja sama dengan KJRI San Francisco, serta didukung oleh Delegasi Tetap Indonesia dan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, perayaan ini menandai 15 tahun pengakuan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak 2010.

Kekhawatiran akan hilangnya budaya lokal inilah yang melahirkan gagasan besar dari percakapan sederhana para diaspora Indonesia di California. Salah satunya datang dari Ari Sufiati, anggota komunitas Angklung Cendrawasih, yang awalnya hanya berniat menggelar konser kecil di community center.

“Ide ini tumbuh ketika kami merasa generasi muda semakin jauh dari musik tradisional. Kami ingin membuktikan bahwa bambu pun bisa bicara di panggung dunia,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

Gayung bersambut ketika Ari menghubungi Kementerian Pariwisata dan aktivis angklung Tricia Sumarijanto, lalu mendapat dukungan penuh dari KJRI San Francisco. Dengan waktu persiapan hanya tiga bulan, Indonesia Lighthouse dipercaya menjadi penyelenggara utama. Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak seperti KBRI Washington DC, Kementerian Kebudayaan, Paragon Corp, BCA, AICEF, dan mitra Wonderful Indonesia.

Kebersamaan di KJRI San Francisco, Senin (3/11/2025). Foto: dok. Asvin/ RRI/Dini.

Selain konser, pengunjung dapat menikmati booth bertema Indonesia yang menampilkan kuliner, pariwisata, kecantikan, hingga photo booth interaktif.

"Kami ingin menjadikan WAD sebagai ruang perjumpaan, bukan hanya antara pemain angklung, tapi juga antarbudaya. Namun ternyata sambutannya luar biasa, bahkan KJRI San Francisco berencana menghadirkan tamu diplomat dan perwakilan organisasi internasional," ujar Ari.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Millbrae dan komunitas diaspora Indonesia di Bay Area. Mereka melihat kegiatan ini sebagai bentuk diplomasi budaya yang penting untuk memperkenalkan nilai-nilai harmoni, gotong royong, dan kebersamaan kepada dunia.

"Angklung mengajarkan bahwa satu nada tidak akan berarti tanpa yang lain. Keindahan lahir ketika semua berbeda tapi selaras," jelasnya.

Penampilan utama akan diisi oleh Angklung Cendrawasih, berkolaborasi dengan Angklung Gereja Kristen Indonesia San Jose dan Manshur Angklung dari Indonesia.

"Kami akan membawakan empat lagu sendiri dan beberapa kolaborasi lintas komunitas. Rasanya seperti menenun irama bambu menjadi jembatan lintas iman dan bangsa," ujarnya.

Dengan mengusung tagline “From Cultural Heritage to Legacy,” WAD 2025 hadir bukan sekadar konser musik, melainkan gerakan melawan pelupaan budaya. Di tengah dunia yang semakin seragam, denting bambu dari Nusantara ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya hanya akan hidup jika terus dimainkan, dijaga, dan dikembangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....