Menjaga Kemurnian Iman, Ujian Hidup: Tolok Ukur Keimanan

  • 31 Okt 2025 12:21 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Umat Islam diajak untuk terus memurnikan keimanan kepada Allah SWT sebagai wujud rasa syukur atas nikmat terbesar yang diberikan, yaitu iman. Pesan tersebut disampaikan Ustadz H. Ahmad Muzakky Al Hafidz dalam khotbah Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya dan diarkan langsung melalui 96,8 FM Pro 4 RRI Surabaya, Jumat (31/10), dengan tema “Menjaga Kemurnian Iman.”

Dalam khotbahnya, Ustadz Muzakky mengingatkan pentingnya menjaga iman hingga akhir hayat. “Marilah kesempatan yang amat singkat ini kita manfaatkan untuk saling berwasiat di antara kita agar meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita wajib merawat dan memurnikan iman sampai benar-benar mati dalam keadaan Islam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa iman bersifat dinamis dan fluktuatif, bisa naik dan turun sesuai dengan ujian yang diberikan Allah. “Orang beriman jangan merasa aman dengan imannya. Bisa jadi hari ini imannya kuat, tapi besok Allah beri ujian yang membuatnya lemah,” tuturnya.

Ustadz Muzakky juga mengutip firman Allah dalam Surat Al-Ankabut ayat 1–2 yang menjelaskan bahwa manusia pasti diuji untuk mengetahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang berpura-pura.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ujian datang dalam dua bentuk, menyenangkan dan tidak menyenangkan, sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Anbiya ayat 35. “Setiap yang bernyawa pasti akan mati, dan Allah timpakan kepadamu ujian yang enak dan yang tidak enak. Maka kepada-Nya lah kita kembali,” jelasnya. Menurutnya, ujian menjadi cara Allah menguji kemurnian iman setiap hamba.

Ustadz Muzakky menambahkan bahwa memurnikan iman jauh lebih sulit daripada membangun keimanan.

“Orang alim sekalipun bisa tergelincir jika tidak waspada. Karena itu, kita perlu terus menjaga aqidah dan memperkuat iman dengan ilmu, lingkungan yang baik, serta kekuatan doa,” tegasnya. Ia mengingatkan, Rasulullah SAW telah mengajarkan ilmu sebagai jalan mempertahankan dan memurnikan iman.

Di akhir khotbah, ia mengajak jamaah untuk berdoa agar diberi kekuatan istiqamah. “Ya Allah, berikan kami istiqamah dalam iman dan amal. Sebab istiqamah adalah proses panjang yang dimulai dari keterpaksaan, menjadi kebiasaan, lalu melahirkan cinta dan keikhlasan,” pungkasnya. Ia menutup dengan doa agar seluruh umat Islam wafat dalam keadaan membawa iman dan Islam sebagaimana firman Allah, ‘wala tamutunna illa wa antum muslimun’ janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....