Arti dari Tembang Yogyaswara
- 09 Okt 2025 12:10 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Dalam Program siaran Sinau Boso Jowo Pro 4 RRI Surabaya, Kamis (9/10/2025), mengangkat topik Tembung Yogyaswara dengan narasumber Rahmad Budi Utomo, Ketua DPW Persatuan Pembiwara Indonesia (Perpari) Jawa Timur di pandu penyiar Ning Purbandari.
Dielaskan Rahmad Budi Utomo, bahwasannya tembang Yogyaswara adalah kalimat gabungan dua kata yang menunjukkan adanya perbedaan jenis kelamin, di mana kata pertama diakhiri vokal 'a' dan kata kedua diakhiri vokal 'i'.
“Tembang ini sebagai tanda penyebutan perbedaan jenis kelamin yang sering kali di temui dalam kehidupan sehari hari dan hingga kini masih tetap ada dalam tata bahasa kita,” ucapnya.
Adapun tembang ini memiliki ciri ciri khusus yakni penggabungan dua kata , kemudian menyatakan perbedaan jenis kelamin, kata pertama memiliki akhiran huruf vocal a dan kata ke dua akhiran i serta mempunya bentuk kata ulang yang berubah.
Contohnya adalah dewa-dewi yang berarti dewa laki-laki dan perempuan, putra-putri yang berarti anak laki-laki dan perempuan, serta mahasiswa-mahasiswi yang berarti mahasiswa laki-laki dan perempuan. “Penggunaan tembang ini memiliki penulisan dan pengucapan hampir sama, tetapi berbeda pada suku kata terakhirnya. Dua kata ini selalu merujuk pada pasangan laki-laki dan perempuan,” kata Rahmad
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....