Kue Tart, Simbol Perayaan Ulang Tahun Kuno
- 07 Okt 2025 09:42 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Kue tart telah menjadi simbol perayaan ulang tahun yang hampir selalu hadir di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dengan lilin yang dinyalakan di atasnya, kue tart bukan sekadar hidangan manis, tetapi juga bagian dari ritual sosial dan budaya.
Asal-usul kue tart berakar dari zaman Yunani Kuno. Masyarakat Athena kala itu membuat kue bulat sebagai persembahan untuk dewi Artemis, dewi bulan. Bentuk bulat melambangkan bulan, sedangkan lilin yang menyala dianggap sebagai simbol cahaya bulan.
Tradisi ini kemudian berkembang pada masa Kekaisaran Romawi, ketika perayaan ulang tahun anak laki-laki biasanya diramaikan dengan roti manis yang diberi madu. Sementara itu, menurut Food Timeline Project, tradisi kue ulang tahun modern yang kita kenal sekarang mulai populer di Jerman pada abad ke-18 dengan sebutan Kinderfeste, yaitu pesta ulang tahun anak-anak yang dihiasi kue manis dan lilin.
Seiring waktu, kue tart menyebar ke berbagai negara Eropa, lalu ke seluruh dunia melalui kolonialisme dan perdagangan. Laman resmi National Library of Medicine (NIH) mencatat, “Kue ulang tahun dengan lilin menjadi praktik yang menggabungkan unsur simbolik kuno dengan perayaan keluarga modern.”
Di Indonesia, tradisi kue tart mulai dikenal luas pada abad ke-20, terutama melalui pengaruh budaya Barat. Kini, kue tart hadir dalam beragam varian lokal, seperti tart dengan lapisan pandan, cokelat, atau buah tropis yang menyesuaikan selera masyarakat.
Data Kementerian Perdagangan 2023 menunjukkan bahwa industri bakery dan pastry, termasuk kue tart, tumbuh pesat dengan nilai pasar lebih dari Rp25 triliun per tahun. Hal ini dipicu oleh meningkatnya permintaan untuk perayaan ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan hari besar.
Dengan sejarah panjangnya, kue tart bukan hanya makanan penutup, tetapi juga representasi dari tradisi, simbol harapan, dan kebersamaan dalam momen spesial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....