Asal Usul Kata Cangkrukan

  • 06 Okt 2025 15:31 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Aktivitas cangkrukan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa Timur, terutama Surabaya. Bagi banyak orang, cangkrukan identik dengan duduk santai bersama teman di warung kopi, sambil berbincang ringan dan melepas penat. Suasana inilah yang membuat kata tersebut begitu melekat dalam keseharian warga.

Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, kata cangkruk memiliki arti duduk-duduk santai sambil berbincang. Dari akar kata inilah kemudian lahir istilah cangkrukan yang menggambarkan kegiatan berkumpul tanpa tujuan resmi, lebih kepada bersosialisasi dan menikmati kebersamaan.

Balai Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mencatat bahwa tradisi cangkrukan tidak bisa dilepaskan dari budaya Jawa. Dalam kehidupan masyarakat, kegiatan ini mirip dengan jagongan atau kongkow di depan rumah maupun di warung kopi. Menurut Balai Bahasa, cangkrukan berfungsi sebagai sarana membangun keakraban, solidaritas, sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Penelitian sosiolinguistik Universitas Sebelas Maret turut menegaskan bahwa cangkrukan bukan sekadar ajang nongkrong, melainkan wadah pertukaran informasi, tempat berdiskusi ringan, bahkan media menjaga harmoni sosial. Kegiatan sederhana ini, menurut peneliti, menunjukkan bagaimana ruang publik tradisional berperan penting dalam memperkuat ikatan komunitas di tengah perkembangan zaman.

Dengan demikian, kata cangkrukan tidak sekadar istilah gaul khas Surabaya, tetapi juga representasi dari tradisi lisan yang masih hidup hingga sekarang. Budaya ini terus bertahan karena sesuai dengan karakter masyarakat Jawa Timur yang egaliter, hangat, dan terbuka dalam menjalin persahabatan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....