Atasi Gigitan Ular Berbisa Dengan Imobilisasi

  • 29 Sep 2025 01:18 WIB
  •  Surabaya

‎KBRN,Surabaya: Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak secara sosial, namun juga menghadirkan ancaman baru yang kerap terabaikan. Munculnya hewan berbahaya, terutama ular berbisa, yang masuk ke rumah warga menjadi perhatian serius. Kurangnya pengetahuan akan bahaya gigitan ular dan cara penanganannya justru kerap kali menjadikan warga sebagai korban.

‎Masalah penanganan gigitan ular ini menjadi sorotan tajam bagi Mas Anto, seorang anggota komunitas Reptil Surabaya yang juga berprofesi sebagai Dosen Fisip Ubhara. Saat dihubungi oleh Pro1 pada Sabtu (27/09) melalui sambungan telepon, menegaskan bahwa edukasi mengenai bahaya gigitan ular dan penanganannya adalah tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah. "Edukasi akan bahaya gigitan ular dan penanganannya menjadi tanggung jawab bersama, baik masyarakat dan pemerintah," ujar Mas Anto, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat akan langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi hewan berbisa ini, termasuk penanganan ketika tergigit.

‎Lebih lanjut, Mas Anto menjelaskan bahwa pada dasarnya, hewan apapun, termasuk ular, tidak akan menyerang jika tidak diganggu. Bahaya sebenarnya justru terletak pada penanganan yang kurang tepat pasca gigitan. "Sebenarnya hewan apapun, terutama ular tidak akan menyerang apabila tidak diganggu. Yang membuat bisa ular menjadi berbahaya dan bahkan bisa merenggut nyawa adalah penanganan yang kurang tepat," ungkapnya.

‎Mas Anto menjelaskan, ada jenis ular yang berbisa dan tidak berbisa, penanganan untuk kasus dengan ular ini tentu saja berbeda. Untuk kondisi dengan ular berbisa ini sebenarnya dapat diatasi dan bahkan menyelamatkan nyawa seseorang, asalkan masyarakat mengetahui langkah-langkah penanganan awal yang benar. "Sebenarnya kondisi ini bisa diatasi dan bahkan bisa menyelamatkan nyawa seseorang yakni dengan mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan pertama kali apabila mengalami gigitan ular," terang Mas Anto.

‎Penanganan awal yang krusial adalah dengan imobilisasi bagian tubuh yang tergigit. Jika tangan yang digigit, maka bagian tersebut harus dibuat tidak bergerak dari ujung jari hingga lengan atas. Ini dapat dilakukan dengan menopang tangan menggunakan kayu, bambu, atau benda kuat lainnya, atau digendong dengan selendang atau baju jika tidak ada benda penopang. "Penanganan awal yang benar yakni tidak membuat bagian yang tergigit ular untuk tidak bergerak. Misal nya bagian tangan yang digigit ular, maka dari ujung jari sampai lengan atas dibuat tidak bergerak," jelasnya.

‎Mas Anto menambahkan bahwa prinsip iimobilisasi ini mirip dengan penanganan cedera tulang seperti patah tulang atau dislokasi. "Penanganan ini mirip seperti penanganan bagi cidera tulang, seperti patah tulang atau dislokasi. Penanganan yang sama juga dilakukan pada bagian-bagian tubuh yang lain. Intinya adalah tidak membuat bagian tubuh yang tergigit ular ini tidak bergerak atau imobilisasi," ujar Mas Anto.

‎Penting untuk dipahami bahwa pergerakan otot di sekitar gigitan akan mengaktivasi getah kelenjar bening, mempercepat penyebaran bisa ke seluruh tubuh dan berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan yang lebih luas. Oleh karena itu, penanganan medis yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak gigitan. "Sebenarnya yang membuat bisa ular ini cepat menyebar ke seluruh bagian tubuh adalah adanya aktivasi getah kelenjar bening kita sendiri akibat adanya kontraksi dari otot-otot disekira gigitan yang terus bergerak, menyebabkan bisa di bekas gigitan tadi dengan cepat menyebar keseluruh tubuh dan bisa menimbulkan kerusakan jaringan tubuh yang lebih luas lagi, selanjutnya diperlukan penanganan medis yang cepat dan tepat untuk meminimalisir dampak dari gigitan ular," paparnya.

‎Meskipun demikian, Mas Anto tetap menekankan pentingnya pencegahan. "Untuk itu penanganan yang tepat bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Namun demikian, Mas Anto menyarankan untuk sebisa mungkin tidak memegang atau menganggu hewan berbisa ini," tutupnya, mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati dan menghindari interaksi langsung dengan ular berbisa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....