Tari Saman: Warisan Harmoni dari Aceh yang Mendunia

  • 25 Sep 2025 13:22 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Dari tanah Gayo Lues, Aceh, lahir sebuah tarian yang bukan hanya memikat lewat gerakan serempak, tetapi juga menyimpan nilai kebersamaan yang tinggi, tarian tersebut disebut Tari Saman. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh belasan hingga puluhan penari wanita atau pria yang duduk berderet sambil menepuk dada, paha, dan lantai dengan irama cepat nan kompak. Energi dan kekuatan yang terpancar membuat penonton kerap terkesima.

Keunikan Tari Saman tersebut telah diakui dunia. Berdasarkan laman UNESCO.org, pada 2011, UNESCO menetapkannya sebagai Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding. Pengakuan ini menegaskan bahwa Tari Saman bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan simbol identitas budaya yang patut dijaga kelestariannya.

Selain itu, mengacu pada laman Kemendikbud.go.id, menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Tari Saman sarat dengan nilai-nilai pendidikan, mulai dari kerja sama, disiplin, hingga kekompakan. Syair yang dibawakan dalam bahasa Gayo kerap menyelipkan pesan moral, nasihat agama, bahkan kritik sosial, sehingga tarian ini berfungsi ganda, yakni mencakup hiburan sekaligus sarana pendidikan budaya.

Dalam perkembangannya, Tari Saman tak hanya ditampilkan pada acara adat atau keagamaan, tetapi juga di panggung nasional hingga internasional. Generasi muda Aceh terus dilibatkan dalam proses pelestarian, baik lewat sekolah budaya maupun festival tahunan. Upaya ini membuat Tari Saman tetap relevan dan dapat diapresiasi lintas generasi.

Harmoni yang tercermin dalam gerakan serempak para penari Saman seolah menjadi cermin filosofi masyarakat Aceh, yaitu kuat karena kebersamaan. Tak heran jika tarian ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga wajah budaya Indonesia di mata dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....