Dakwah adalah Jalan Kehidupan
- 10 Sep 2025 14:45 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Dakwah bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan jalan hidup yang seharusnya menjadi bagian dari keseharian seorang Muslim. Pesan ini disampaikan Sekretaris Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis), Jawa Timur, Ustaz Nur Adi Sebtanto, dalam kajian Islami Mutiara Pagi, Pro 1, RRI Surabaya, Rabu (10/9/2025) bertema “Memilih Jalan Dakwah”.
Menurutnya, ada enam alasan normatif mengapa seorang Muslim perlu menempuh jalan dakwah. Pertama, dakwah adalah bentuk ketaatan kepada Allah, sebagaimana firman-Nya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran: 104).
Ustaz Adi menekankan, kata “menyeru” di sini bermakna mengajak dan mengimbau dengan cara yang bijak, bukan sekadar memerintah. Kedua, dakwah adalah wujud mengikuti teladan Allah yang senantiasa mengarahkan hamba-Nya pada kebaikan.
Ketiga, dakwah mencerminkan cinta seorang Muslim kepada sesamanya. Rasulullah bersabda: "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keempat, dakwah menjadi sarana menanamkan benih kebaikan untuk hari pembalasan, karena setiap amal akan kembali kepada pelakunya.
Kelima, dakwah dapat menyelamatkan manusia dari siksa Allah, sebagaimana peringatan dalam QS. Hud: 116. Keenam, dakwah menjadikan umat Islam sebagai khairu ummah, umat terbaik yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, sebagaimana tertuang dalam QS. Ali Imran: 110.
“Kalau kita menempatkan dakwah sebagai bagian dari kehidupan, maka ia tidak terbatas pada ceramah atau khutbah. Bahkan hal-hal sederhana seperti tersenyum, berbuat baik kepada tetangga, atau menolong orang lain, itu semua adalah dakwah,” ucap Ustaz Adi.
Ia menambahkan, dakwah perlu dipahami bukan semata kewajiban, melainkan juga kebutuhan seorang Muslim untuk menjaga keistiqamahan. Bentuknya pun bisa disesuaikan dengan potensi masing-masing, baik melalui lisan, tulisan, media sosial, maupun lewat keteladanan dalam perbuatan.
“Umat Islam harus berani memilih jalan dakwah, karena itu bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga tentang cinta, kasih sayang, dan kepedulian. Dakwah adalah cara kita menanam kebaikan yang akan kita petik di akhirat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....