Petungan Weton Jawa, Warisan Leluhur untuk Membaca Nasib
- 09 Sep 2025 23:20 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Tradisi Jawa memiliki kekayaan pengetahuan lokal yang masih dilestarikan hingga kini, salah satunya petungan weton. Masyarakat Jawa menggunakan sistem ini untuk membaca watak, rezeki, hingga kecocokan perjodohan berdasarkan hari dan pasaran kelahiran.
Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Surabaya, Cak Madiro saat dialog bersama pro 4 RRI Surabaya mengatakan dalam tradisi ini, setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka yang disebut neptu. Misalnya, hari Senin bernilai 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9, dan Minggu 5. Sementara pasaran Pon bernilai 7, Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, dan Pahing 9.
Petungan dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran kelahiran. Hasil penjumlahan diyakini menggambarkan karakter, keberuntungan, dan arah kehidupan seseorang.
“Sebagai contoh, seseorang lahir pada Jumat Kliwon. Nilai Jumat adalah 6 dan Kliwon 8, sehingga total neptunya 14. Angka ini kemudian ditafsirkan melalui pakem yang diwariskan leluhur,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Budayawan Jawa menyebut petungan weton bukan sekadar ramalan. Lebih jauh, ia merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia agar lebih waspada dan mawas diri.
“Filosofi Jawa menekankan keseimbangan. Petungan weton bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai sarana introspeksi dan menjaga harmoni,”katanya.
Tradisi ini masih sering digunakan masyarakat Jawa, khususnya dalam menentukan hari baik pernikahan, khitanan, hingga pindah rumah. Meski sederhana, nilai filosofisnya dianggap relevan untuk menjaga keseimbangan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....