Kemenlu Dorong Ekspor Produk Halal Indonesia Hingga Mancanegara

  • 26 Agt 2025 13:49 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Kementerian Luar Negeri menggelar Dialog bertema "Halal Indonesia Go Regional: Perluasan Pasar Kawasan Industri Halal Indonesia", yang bertujuan memperluas pasar ekspor produk halal nasional ke kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Dindin Wahyudin, menyampaikan bahwa Indonesia harus mengambil peran strategis sebagai pusat industri halal regional, tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga eksportir utama produk halal.

"Kami ingin Indonesia menjadi hub halal di kawasan. Kami mengundang negara-negara mitra dan BPJPH untuk berbagi praktik sertifikasi halal. Harapannya, produk halal Indonesia dapat menjangkau pasar internasional secara lebih luas," ujar Dindin, Selasa (26/8/2025).

Kementerian Luar Negeri juga tengah mempromosikan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal, seperti di Sidoarjo, Cikande, dan Riau, guna menarik investasi asing langsung dan memperkuat ekspor produk-produk unggulan, khususnya dari sektor UMKM.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, menyoroti bahwa posisi ekspor halal Indonesia saat ini masih tertinggal secara global.

"Sayangnya kita masih berada di posisi kedelapan dunia, dengan nilai ekspor hanya 11,8 miliar dolar AS. Jauh dibandingkan Tiongkok yang sudah mencapai 32 miliar dolar AS," katanya.

Haikal menyebut kunci kemajuan industri halal nasional adalah tertib sertifikasi halal, terutama di kalangan pelaku UMKM.

“Kalau pelaku usaha tertib halal, kita bisa jadi juara. Saat ini baru 6 persen yang tersertifikasi. Kalau naik ke 10 persen, dampaknya langsung terasa,” tegasnya.

Target besar pun dipasang: Indonesia diharapkan bisa masuk lima besar eksportir halal dunia dalam waktu dekat, bahkan menempati posisi pertama pada tahun 2026. Pemerintah optimistis, dengan sinergi regulasi dan kesadaran pelaku usaha, target ini dapat dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....