Penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Gen Z Menurun
- 07 Agt 2025 15:20 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi Z mengalami penurunan dibanding era milenial. Data BPS 2020 menunjukkan hanya 70–71 persen Gen Z yang masih menggunakan bahasa Jawa dalam keluarga dan pergaulan sehari-hari.
Menurut Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Jawa Timur, Adi Syaiful Mukhtar, salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran generasi muda salah menggunakan ragam bahasa Jawa, terutama kepada orang yang lebih tua.
“Mereka lebih memilih bahasa Indonesia daripada salah menggunakan bahasa Jawa yang bisa dianggap tidak sopan karena menggunakan ragam ngoko,” jelas Adi dalam Dialog Sinau Basa Jawa Pro 4, Kamis (7/8/2025).
Untuk melestarikan bahasa daerah, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan meluncurkan program "Kamis Mlipis", yang mendorong penggunaan bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis.
Adi juga mengungkapkan bahwa teknologi turut mendukung pelestarian bahasa Jawa. “Di komputer, di Windows ada adopsi bahasa Jawa. Ada piranti yang menggunakan bahasa Jawa,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya literasi membaca dan menulis dalam bahasa Jawa. “Kalau generasi muda tidak lagi mau membaca atau menulis dalam bahasa Jawa, lama-lama bahasa Jawa hilang,” tambahnya.
Meski demikian, fenomena lagu-lagu berbahasa Jawa seperti karya Gilga dan Denny Caknan dianggap membawa angin segar. Lagu seperti Sigar, yang memadukan bahasa Jawa dan Indonesia, tetap menghidupkan budaya lokal.
Namun Adi menyayangkan masih minimnya pemahaman anak muda terhadap struktur dasar bahasa Jawa seperti undha-usuk. “Kalau bahasa Indonesia makin dominan, eksistensi bahasa Jawa akan semakin tergerus,” ujarnya.
Upaya pelestarian terus dilakukan, termasuk penggunaan aksara Jawa di nama-nama jalan di Surabaya. Balai Bahasa juga menjalankan program Tri Gatra Bangun Basa yang mencakup: memprioritaskan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing secara selektif.
“Menulis itu bekalnya membaca. Perbanyak literasi bahasa Jawa, karena literasi adalah kunci,” kata Adi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....