Idul Adha Momentum Refleksi Nilai Kehidupan Islami
- 04 Jun 2025 11:30 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Ketua PW Persatuan Islam (Persis) Jawa Timur, Ustaz Suud Hasanudin, mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai momen refleksi atas empat nilai utama dalam ajaran Islam: ketaatan, rasa syukur, semangat berkorban, dan empati sosial.
“Idul Adha bukan hanya soal menyembelih hewan kurban, tapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai ketauhidan dan kemanusiaan,” ujarnya saat memberikan tasuiyah dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya Rabu (4/6/2025).
Pertama, kata Ustaz Suud, adalah ketaatan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS yang patuh kepada perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Mengutip QS. As-Saffat ayat 102: "Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!“. Dikatakan Ustad Suud, ini teladan ketaatan yang luar biasa, tidak ragu, tidak menawar yang patut dicontoh umat muslim.
"Dalam kisah Ibrahim ada gambaran ketaatan kepada perintah Allah yang tentunya bisa kita teladani seperti yang tertuang dalam Surat As-Saffat ayat 102," ucapnya.
Kedua, kata Ustad Suud, Idul Adha mengingatkan tentang rasa syukur atas segala nikmat. Kemudian selanjutnya nilai ketiga adalah semangat berkorban, bukan hanya dalam bentuk hewan kurban, tapi juga waktu, tenaga, dan kepentingan pribadi demi orang lain.
“Syukur itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan berkurban. Merujuk QS. Ibrahim ayat 7: “Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Kemudian nilai ketiga yakni bagaimana kita memiliki semangat berkorban demi orang lain jangan sampai malah kita mengorbankan orang lain demi sesuatu yang kita inginkan. Berani mengalah untuk kebaikan bersama itu bentuk kurban sejati,” tambahnya.
| Baca juga: An Nahl Benahi Pelaksanaan Kurban |
Keempat, lanjut Ustad Suud, Idul Adha menumbuhkan empati sosial kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
"Dengan berbagi, kita tumbuhkan kepedulian. Jangan pelit, jangan kikir,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa harta akan lebih bermakna jika disedekahkan, dengan mengutip QS. Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir."
“Sedekah itu bukan mengurangi, tapi justru melipatgandakan. Maka jangan ragu untuk memberi,” kata Ustad Suud.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....