Trifosi SMA Trimurti, Suporter Aktif dan Peduli Sesama
- 24 Mei 2025 17:52 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Suasana pertandingan basket dan futsal di SMA Trimurti, kini terasa lebih semarak sejak hadirnya komunitas Trifosi, sebuah kelompok suporter yang tak hanya menyemangati tim sekolah, tetapi juga menebar empati dan kepedulian sosial. Dikatakan Rendito Ashshamad Widiyanto, Wakil Ketua Komunitas Trifosi, yang dibentuk pada tahun 2018 oleh siswa-siswi SMA Trimurti dengan latar belakang keprihatinan terhadap minimnya dukungan aktif dari anak muda dalam berbagai kegiatan positif.
Trifosi tidak hanya hadir di lapangan dengan yel-yel dan koreografi menarik, tetapi juga rutin melakukan kegiatan sosial seperti bakti sosial, berbagi takjil, dan istighosah.
Nama "Trifosi" sendiri kata Rendito berasal dari bahasa Italia, yaitu kata tifosi yang berarti suporter fanatik atau pendukung setia. Penambahan awalan "Tri" merujuk pada identitas sekolah, Trimurti, sehingga Trifosi dimaknai sebagai pendukung setia SMA Trimurti yang bersemangat, loyal, dan penuh dedikasi.
“Trifosi tidak sekadar tentang sorakan di tribun, tapi tentang bagaimana kami bisa bergerak bersama dan membawa energi positif ke lingkungan sekitar. Namanya diambil daei bahasa Italia yakni Tifosi yang artinya suporter fanatik.Melalui komunitas ini kita ingin mendukung sekaligus mengajak generasi muda khususnya siswa siswi Trimusrti untuk melakukan hal positif," ujar Rendito.
Dengan warna oranye sebagai identitas, Trifosi menyimbolkan semangat gerakan dan kreativitas anak muda. Anggotanya kata Rendito, kini berjumlah 60 orang, yang aktif membuat visual koreografi, menyusun chant, hingga memainkan perkusi di setiap pertandingan.
Uniknya, sejak awal berdiri, Trifosi selalu mengusung tema khusus dan berbeda dalam setiap laga yang mereka dukung. Koreografi mereka banyak terinspirasi dari budaya Yunani kuno yang menggambarkan dewa dan kekuatan, menghadirkan nuansa magis di lapangan. Visual-visual ini kerap menyulap atmosfer pertandingan menjadi lebih bersemangat, bahkan mampu menjadi sugesti positif bagi tim basket dan futsal saat berlaga.
Rendito berharap komunitasnya dapat menginspirasi kelompok-kelompok suporter lainnya di Surabaya. “Kami ingin Trifosi menjadi contoh bahwa suporter bisa berkontribusi lebih dari sekadar hadir di tribun. Kami ingin jadi teladan bagi komunitas lainnya di Surabaya,” ucapnya.
Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian, Trifosi SMA Trimurti membuktikan bahwa dukungan sejati tak hanya datang dari sorakan, tapi juga dari aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....