Ribuan Ikan Mati, Kali Surabaya Diduga Tercemar
- 19 Mei 2025 17:58 WIB
- Surabaya
KBRN, Gresik: Ribuan ikan ditemukan mati mengambang di aliran Kali Surabaya, Gresik, sejak Senin pagi (19/5/2025). Dugaan sementara mengarah pada pencemaran berat yang menyebabkan kadar oksigen dalam air turun drastis.
Tim Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) yang langsung turun ke lokasi melakukan uji cepat kualitas air. Hasil awal menunjukkan kadar oksigen terlarut hanya 0,1 mg/L jauh di bawah ambang batas baku mutu sungai kelas II yang ditetapkan pemerintah, yaitu 4 mg/L.
“Kadar oksigen tinggal 0,1 mg/L, itu sama saja airnya sudah tidak bisa dihuni. Kematian massal ini adalah sinyal bahaya yang sangat serius,” kata Alaika Rahmatullah, peneliti ECOTON.
Ikan-ikan yang mati berasal dari spesies lokal seperti Rengkik, Keting, hingga Bader Merah, jenis-jenis yang dikenal sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air.
ECOTON menyoroti lemahnya tata kelola lingkungan di sepanjang Kali Surabaya. Menurut mereka, banyak pabrik masih membuang limbah tanpa pengolahan yang layak. Selain itu, data kualitas air sungai tidak tersedia secara terbuka untuk publik, sehingga warga kesulitan memantau kondisi sungai secara real-time.
“Kami mendesak investigasi total dari DLH dan BBWS Brantas, serta menghentikan sementara semua izin pembuangan limbah sampai tata kelola diperbaiki,” tegas Alaika.
Dugaan kuat penyebab matinya ikan adalah limbah industri yang dibuang langsung ke sungai, diperparah oleh musim kemarau yang menyebabkan debit air menyusut.
“Setiap kemarau, pembuangan limbah cair industri naik. Tapi pengawasan tetap lemah. Ini kejadian berulang, tapi penanganannya selalu lambat,” ujar Manuel Sidabutar, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perikanan Universitas Brawijaya.
Air dari Kali Surabaya diketahui menjadi sumber utama PDAM Surabaya. Jika pencemaran terus berlanjut, suplai air bersih bagi jutaan warga terancam terganggu.
“Kita harus anggap ini bukan musibah alam, tapi hasil dari kegagalan sistemik. Kalau dibiarkan, sungai bisa benar-benar mati,” kata Alaika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....