Tiga Jenis Hati Manusia Menurut Al-Qur'an

  • 05 Mei 2025 11:52 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Dalam ajaran Islam, hati (qalb) berperan krusial sebagai pusat kendali spiritual dan moral seseorang. Ustazah Haniah, Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, menyatakan bahwa baik buruknya seseorang sangat bergantung pada kondisi hatinya.

“Jika hatinya lurus, maka perilakunya juga baik. Begitu juga sebaliknya.” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW: "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik; jika ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, itulah hati." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam tausiyahnya di program Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya pada Senin (5/5/2025), Ustazah Haniah menekankan pentingnya menjaga kondisi hati. Ia menjelaskan, Hati merupakan pusat segala tindakan manusia. Apa yang dilakukan oleh lisan dan anggota tubuh adalah cerminan dari kondisi hati.

"Jika hati baik, maka perilaku pun akan baik. Sebaliknya, jika hati rusak, maka rusaklah perilaku seseorang.” ungkapnya.

Ustazah Haniah juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW mengklasifikasikan hati manusia ke dalam tiga jenis yang memengaruhi jalan hidup dan perbuatannya, yakni qalbun salîm (hati yang selamat/sehat), qalbun mayyit (hati yang mati), dan qalbun marîdh (hati yang sakit).

Berikut ini penjelasan tiga jenis hati menurut Al-Qur’an:

1. Hati yang Sehat (Qalbun Salim)

Orang yang memiliki hati sehat membersihkan dirinya dari syirik, dengki, dan maksiat. Mereka memenuhi hati dengan keikhlasan dan ketaatan kepada Allah. "Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun salim)." (QS. Asy-Syu'ara: 89)

2. Hati yang Mati (Qalbun Mayyit)

Mereka yang memiliki hati mati menutup diri dari kebenaran, membangkang terhadap petunjuk, dan larut dalam dosa. "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi..." (QS. Al-Baqarah: 74)

3. Hati yang Sakit (Qalbun Maridh)

Orang dengan hati sakit masih memiliki iman, namun juga memelihara penyakit hati seperti ragu, iri, dan cinta dunia. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu..." (QS. Al-Baqarah: 10)

Menutup tausiyahnya, Ustazah Haniah mengingatkan bahwa menjaga hati agar tetap sehat merupakan jihad seumur hidup. Ia mengajak umat Islam untuk terus mengasah hati melalui ilmu, dzikir, dan amal shalih.

"Dengan memahami jenis-jenis hati ini, ia berharap umat Islam mampu melakukan muhasabah dan memperbaiki diri secara terus-menerus." ujarnya, mengakhiri.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....