Ini Alasan Pembukaan Jalur Pacet-Cangar Dibatasi
- 24 Apr 2025 18:58 WIB
- Surabaya
KBRN, Mojokerto: Jalur yang sempat tertutup akibat longsor di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, tepatnya di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menuju Cangar, Kota Batu, akhirnya dibuka kembali mulai Rabu 23 April 2025).
Setelah lebih dari dua minggu ditutup pasca longsor pada 4 April lalu, kemudian jalur ini telah diperbaiki oleh Dinas PU Binamarga Provinsi Jawa Timur. Perbaikan dilakukan dengan memasang penguat berupa bambu atau metode Biosoil engineering di area tebing yang terdampak longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Kebencanaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan dan PU Binamarga Provinsi Jatim, telah melakukan uji coba jalur dengan kendaraan roda dua dan empat dari dua arah, Mojokerto dan Kota Batu.
"Pembukaan jalur ini masih bersifat terbatas. Hanya dibuka mulai pukul lima pagi hingga enam sore. Jika cuaca memburuk, seperti hujan atau kabut tebal, maka petugas akan menutup jalur kembali," kata Abdul Khakim, Rabu (23/5/2025).
Meski sudah dibuka, pengerjaan infrastruktur pendukung tetap berlanjut. Tembok Penahan Tanah (TPT) di sisi timur masih dikerjakan oleh UPT PBJ Bina Marga Provinsi Jatim.
Peninggian disisi timur akan diratakan dengan sisi tengah dan barat jalan, lalu dipasang pembatas agar tak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Pembukaan degan waktu terbatas ini akan berlangsung hingga saru bulan kedepan, sambil menunggu penguatan infrastruktur yang baru di rehab," terang Khakim.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo'ie Afrida menjelaskan, kndati demikian, warga yang melintas diimbau tetap berhati-hati, terutama di area bekas longsor. Pengendara juga dilarang berhenti di lokasi tersebut demi keselamatan bersama.
"Pembukaan ini dilakukan setelah pembersihan material longsor dinyatakan aman dan tidak lagi mengganggu arus lalu lintas," jelas Yo'ie.
Yo'ie menambahkan, saat ini pada sisi timur jalur ini, pengerjaan Tembok Penahan Tanah atau TPT masih dikebut oleh tim dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan menebang Pohon-pohon besar yang berada tepat di atas titik longsor untuk mencegah risiko tumbang yang bisa menutup akses jalan dan sungai di bawahnya.
"Nantinya, kontur tanah akan diratakan dan dipasang tembok batu pembatas untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Bahkan sungai yang melintas di atas jalur ini telah diluruskan, dengan pemasangan pipa sepanjang 50 meter untuk aliran air," ujar Yo'ie.
Untuk saat ini, pembukaan 24 jam belum dapat dilakukan. Petugas masih menunggu penyelesaian proyek perbaikan secara menyeluruh, termasuk pemasangan rambu, marka jalan, lampu penerangan, dan pengaman jalan.
"Namun perlu dicatat, ini baru tahap darurat yang selesai, pekerjaan lanjutan masih terus berlangsung," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....