Rashdul Qiblat, Metode untuk Luruskan Arah Kiblat

  • 11 Mar 2025 07:22 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Rashdul Qiblat merupakan fenomena astronomi ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah. Rashdul Qiblat memungkinkan umat Islam di seluruh dunia untuk mengoreksi arah kiblat.

Dalam program Mutiara Pagi, Selasa (11/3/2025), Ustaz Habib Umar, Da’i Yayasan Dana Sosial Al Falah YDSF, Surabaya, menjelaskan, fenomena Rashdul Qiblat ini digunakan umat Islam untuk menentukan arah kiblat. "Fenomena yang dikenal dengan istilah Rashdul Qiblat ini merupakan peristiwa ketika kedudukan matahari menempati di titik zenith Ka'bah. Ini sangat bermanfaat bagi umat Islam untuk menentukan arah kiblat. Selain itu, umat Islam juga dapat menentukan arah kiblat dengan menggunakan aplikasi penunjuk kiblat, seperti Find Qibla, Qibla Connect, Muslim Pro, dan Arah Kiblat," ujarnya.

Ustadz Habib Umar menjelaskan, Fenomena ini terjadi karena perputaran bumi mengelilingi matahari dan miringnya sumbu rotasi bumi. Apabila berpedoman pada mahzab Imam Syafi'i tentang kiblat, maka ada stratifikasi kiblat mulai dari lingkup Masjidil Haram (diperuntukkan khusus bagi penduduk kota Makkah) hingga tanah haram Makkah (diperuntukkan untuk Muslim di seluruh dunia kecuali yang bertempat tinggal di kota Makkah).

"Dalam kondisi Rashdul Qiblat, maka setiap benda yang terpasang akan tegak lurus paras air di kota Makkah akan kehilangan bayang-bayangnya. Sebaliknya bayang-bayang dari benda yang sama namun berada di luar kota Makkah dan sedang tersinari matahari akan tepat sama dengan arah kiblat setempat. Inilah sebabnya Rashdul Qiblat menjadi salah satu metode terakurat dalam mengukur arah kiblat," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, fenomena ini disebabkan oleh nilai deklinasi matahari yang nilainya sama atau selisihnya sangat kecil dengan lintang geografis Ka'bah sehingga manakala terjadi kulminasi atas di kota Makkah, maka Matahari akan berkedudukan pada titik zenith Makkah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....