Menko PMK Kunjungi Dinsos, Tinjau Sinkronisasi Data Penerima Bansos

  • 15 Nov 2024 02:55 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya: Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) berkunjung ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya di Jalan Arief Rahman Hakim, Sukolilo, Kamis (14/11/2024). Kedatangannya ke Surabaya bertujuan untuk meninjau berbagai sinkronisasi dan mekanisme data penerima bantuan manfaat sosial yang dilakukan oleh Dinsos Kota Surabaya.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin datang ke Kantor Dinsos Kota Surabaya dengan disambut oleh Kepala Dinsos Kota Surabaya, Anna Fajriatin beserta jajarannya.

"Saya mencari tahu bagaimana mekanisme tata kelolanya dulu. Untuk jumlah dan pengisiannya berkembang bersama prosesnya. Kota pahlawan ini sebagai salah satu kota maju dan bisa jadi salah satu percontohan," ucapnya kepada awak media.

Berbagai upaya dilakukan untuk sinkronisasi data penerima manfaat bantuan sosial oleh pemerintah pusat demi mewujudkan satu pangkalan data tunggal nasional.

"Jadi nanti di tahun 2025, kalau ada bantuan tambahan yang bersifat efisiensi maupun segala bentuk bantuan sosial penerimanya harus tepat sasaran," katanya. "Surabaya ini karena SDM-nya bagus, tingkat pendidikannya juga bagus jadi up to date lebih cepat, sinkronisasi datanya juga lebih baik dibanding kabupaten atau kota yang lain. Bisa jadi jujukan lah pada kota-kota besar."

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin, mengatakan pihaknya telah memaparkan secara langsung cara kerja pemuktahiran data penerima manfaat bantuan sosial yang dilakukan Dinsos Kota Surabaya selama ini kepada Menko PMK Muhaimin Iskandar.

"Ada beberapa data dari pemerintah pusat yang sering tidak sama. Karena kami punya database dari RT, RW, lurah, dan camat dengan indikator sesuai BPS, pasti kami sinkronkan dengan tiga data dari pusat lalu muncullah data warga miskin saat ini," katanya.

Data keluarga miskin penerima manfaat bantuan sosial yang dihimpun oleh Pemkot Surabaya sudah sesuai dengan berbagai indikator yang ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dirinya juga mengaku, saat ini terdapat 26 ribu KK yang masuk dalam kategori keluarga miskin (gamis) oleh Pemkot Surabaya dan data tersebut bersifat dinamis hingga selalu dimuktahirkan setiap bulannya.

"Data gamis dengan total 26 ribu ini Insya Allah tercover semua dan masuk dalam muskel. Jadi memiliki beberapa indikator yang mempengaruhi, selain meninggal,tidak ditemukan,pindah, dan mampu, karena di Pemkot Surabaya juga terdapat desk kemiskinan yang selalu dilakukan pembaruan setiap bulannya oleh beberapa OPD," ucapnya.

Anna juga mengaku mempunyai database yang sesuai dengan 99 indikator di BPS. Mulai dari kondisi jamban, rumah, hingga pengeluaran dan kebutuhan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....