OK Puspita, Wadah Anak Muda Lestarikan Musik Keroncong
- 17 Okt 2024 21:46 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Ning Uci, pendiri OK Puspita, berbagi kisah kecintaannya pada musik keroncong dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Surabaya. Sejak remaja, Ning Uci sudah menggemari musik keroncong.
Kecintaannya ini mendorongnya untuk mengajak para pemuda bergabung dalam komunitas yang kemudian diberi nama Puspita Remaja pada 4 Maret 1988. Komunitas ini menjadi tempat berkumpulnya seniman keroncong Surabaya, seperti pemain musik, penyanyi, dan pecinta keroncong.
Bagi Ning Uci, keroncong adalah musik yang menenangkan. Dalam seminar di Genteng tahun 1988, ia menyampaikan materi berjudul “Musik Keroncong adalah Obat Tidur Tanpa Efek Samping.” Seminar itu dihadiri senior musik keroncong, yang memberikan dukungan dan masukan bagi Ning Uci.
"Saat itu ada senior-senior musik keroncong yang juga diundang menjadi pemateri, ada almarhum Bapak Yahya, Bapak Yunus dan Bapak Iswandari yang sekarang masih hidup. Saya senang sekali karena dari situ saya dikasih banyak dukungan dan masukan,” jelas Ning Uci
Pada 2008, Puspita Remaja berubah menjadi OK Puspita, singkatan dari Orkes Keroncong. Grup ini aktif mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Lomba Grup Keroncong Pemkot Surabaya pada 2009, dan meraih juara 2 serta juara favorit.
Ning Ayu, anggota lain OK Puspita yang hadir dalam program, menceritakan pengalamannya. Bergabung sejak 2002, Ning Ayu baru mengenal keroncong pada 2017. Bersama OK Puspita, ia mengikuti Festival Keroncong se-Jawa-Bali di Jember dan berhasil meraih Juara 1.
Menurut Ning Ayu, musik keroncong memiliki keunggulan karena alat-alat musiknya dapat mengiringi berbagai genre, seperti campursari, pop, dan lagu barat. Saat ini, OK Puspita memiliki 25 anggota, namun hanya 15 orang yang aktif. Mereka rutin berlatih di rumah Ning Uci dan Ning Ayu di Sidoarjo. OK Puspita juga didukung oleh Disbudporapar dan menjadi anggota Paguyuban Artis Musik Keroncong Indonesia (Pamori).
Selain menjadi seniman, Ning Uci dan Ning Ayu memiliki kegiatan lain. Ning Uci mengelola bisnis catering dan menjadi perias manten tradisional, sementara Ning Ayu mengajar anak-anak PAUD/TK. Meskipun sibuk, mereka tetap semangat melestarikan keroncong, serta mengajak generasi muda untuk bergabung dan berkreasi.
"Kami sangat bangga dengan anak-anak muda jaman sekarang yang luar biasa masih mau uri-uri budayanya. Menyukai dan bisa memainkan musik keroncong," jelas Ning Uci
Ning Uci berbagi bahwa OK Puspita mendukung anak muda yang mencintai musik keroncong sejak kecil hingga dewasa. Dia merasa bahagia melihat cucunya menunjukkan minat terhadap keroncong.
Obrolan Komunitas ditutup dengan harapan Ning Uci dan Ning Ayu agar generasi muda terus melestarikan budaya dan membawa keroncong ke kancah internasional, termasuk perlombaan tingkat dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....