Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Mojokerto
- 19 Mar 2026 19:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Mojokerto – Hilal penentu awal 1 Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat di Pusat Observasi Bulan (POB) Masjid Agung Darussalam, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis 19 Maret 2026. Hasil pengamatan menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk.
Pemantauan dilakukan oleh Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Mojokerto dengan melibatkan sekitar 15 perukyat. Pengamatan dilakukan dari lokasi berketinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut dengan menggunakan sejumlah peralatan, seperti teleskop, teodolit, dan alat bantu lainnya.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Mojokerto, Syamsudin, mengatakan hilal tidak mungkin terlihat karena ketinggiannya belum memenuhi syarat visibilitas. “Posisi hilal masih di bawah ufuk. Tingginya hanya sekitar 1 derajat 19 menit 28 detik, sedangkan batas minimal sekitar 3 derajat. Dengan kondisi ini, hilal sangat sulit terlihat,” ujar Syamsudin.
Ia menambahkan, elongasi hilal juga masih rendah, yakni sekitar 5 derajat 33 menit 30 detik, sehingga belum memenuhi kriteria imkan rukyat. Meski demikian, penentuan awal Idulfitri tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.
Hasil rukyatul hilal dari Mojokerto selanjutnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Pengadilan Agama, serta Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur. "Kemudian diteruskan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah," terangnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....