Mudik Lebaran Minim Sampah
- 17 Mar 2026 06:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi mudik menjadi momen yang paling dinantikan oleh masyarakat untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Namun di balik euforia tersebut, aktivitas mudik juga sering memicu meningkatnya produksi sampah, terutama dari kemasan makanan sekali pakai dan plastik. Karena itu, kesadaran untuk melakukan mudik yang lebih ramah lingkungan menjadi hal penting agar perayaan Lebaran tetap membawa kebaikan tanpa merusak lingkungan.
Topik ini dibahas dalam program siaran Cahaya Pagi di Pro 4 RRI Surabaya, Selasa, 17 Maret 2026. Program tersebut menghadirkan narasumber melalui sambungan telepon, Ustazah Elok Solichah, Penyuluh Agama Islam KUA Mulyorejo Kementerian Agama Kota Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Ustazah Elok mengajak masyarakat menjadikan momen mudik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, Islam juga mengajarkan umatnya untuk tidak merusak lingkungan. Ia mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat peringatan agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi. “Allah sudah mengatur bumi dengan baik, maka kita sebagai manusia juga harus menjaga dan tidak membuat kerusakan di lingkungan,” ujarnya.
Ustazah Elok menjelaskan, meningkatnya sampah saat momen Lebaran biasanya disebabkan oleh penggunaan plastik sekali pakai, kemasan makanan, serta perilaku konsumsi yang berlebihan. Hal tersebut jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan barang bawaan secara bijak sebelum berangkat mudik. Menurutnya, masyarakat perlu membawa perlengkapan secukupnya dan menggunakan tas atau kantong yang bisa dipakai berulang kali agar tidak menambah sampah plastik selama perjalanan.
Ia juga menyarankan pemudik untuk membawa bekal makanan dari rumah menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali. “Kita bisa menyiapkan nasi dan lauk dari rumah menggunakan kotak makan sendiri, memilih lauk yang tahan lama seperti abon atau tempe kering agar tidak mudah basi selama perjalanan,” kata Ustazah Elok.
Selain itu, membawa botol minum sendiri juga dinilai efektif untuk mengurangi sampah dari botol plastik sekali pakai. Dengan mengisi ulang air minum, pemudik dapat mengurangi pembelian minuman kemasan sekaligus lebih hemat dan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Elok juga menekankan pentingnya memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti menggunakan transportasi umum atau melakukan perjalanan bersama keluarga dalam satu kendaraan. “Kalau menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya digunakan bersama keluarga atau beramai-ramai agar bisa mengurangi emisi karbon,” ujarnya.
Tidak hanya orang dewasa, kesadaran menjaga kebersihan juga perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Ia menilai pendidikan tentang kebersihan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah sembarangan saat perjalanan.
Di akhir perbincangan, Ustadzah Elok mengajak masyarakat menjadikan mudik Lebaran sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Mari kita biasakan membawa tempat makan dan botol minum sendiri serta meminimalisir penggunaan plastik agar perjalanan mudik tetap nyaman, berkah, dan ramah lingkungan,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....