Pembacaan 1000 Surat Al-Ikhlas Warnai Malam Selawe Sunan Giri Gresik

  • 15 Mar 2026 17:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Gresik - Tradisi Malam Selawe kembali digelar khidmat di Masjid Ainul Yaqin, kawasan religi Sunan Giri, Kabupaten Gresik, Sabtu, 14 Maret 2026 malam. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan munajat bersama serta pembacaan 1.000 Surat Al-Ikhlas oleh jamaah yang hadir.

Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama di penghujung Ramadan. Tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad tersebut menjadi bagian penting identitas religius masyarakat Gresik sekaligus momentum memperkuat kebersamaan dan spiritualitas.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif turut mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik. Sebelum menuju masjid, rombongan terlebih dahulu melaksanakan ziarah ke Makam Sunan Giri.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan Malam Selawe merupakan tradisi spiritual yang harus terus dijaga dan dilestarikan masyarakat. “Niat kita malam ini adalah beriktikaf untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar. Semoga Indonesia semakin damai dan sukses, khususnya Gresik agar semakin aman, kondusif, serta terbukanya pintu rezeki bagi masyarakat,” ujar Yani, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Maret 2026.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap istiqomah menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut. “Semoga kita tetap istiqomah menjaga tradisi Malam Selawe yang sudah berlangsung berabad-abad dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Semoga kita bisa kembali bertemu di bulan Ramadan tahun depan,” ucapnya.

Bupati Yani turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk Sahabat Ansor yang selama dua tahun terakhir membantu pelaksanaan Malam Selawe. Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Gresik menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya pelibatan desa dan kelurahan melalui program “Satu Desa Satu Produk Unggulan” yang ditampilkan dalam stan di kawasan Malam Selawe.

Selain itu, pemerintah daerah menyediakan 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 kupat ketheq bagi masyarakat sebagai wujud syukur atas ditetapkannya tradisi Malam Selawe dan Kupat Ketheg sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Momentum tahun ini juga menjadi catatan penting bagi masyarakat Gresik setelah tradisi Malam Selawe dan Kupat Ketheg resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Piagam penghargaan tersebut secara simbolis diserahkan Bupati dan Wakil Bupati Gresik kepada Camat Kebomas sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen menjaga kelestarian tradisi. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Stan kuliner yang berjajar di kawasan Sunan Giri dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana khas Malam Selawe.

Salah satu pengunjung, Yuni (38), warga Perumahan Bhumi Jati Permai, Jatirembe, mengaku bahagia dapat mengikuti tradisi tersebut bersama keluarganya. “Alhamdulillah saya bisa hadir di majelis dan tradisi yang khidmat ini. Meski tadi sempat kehujanan dan basah-basahan naik ke masjid, saya tetap merasa bahagia. Di bawah ada kuliner, di atas ada munajat dan doa-doa. Saya senang bisa merasakan suasana ini bersama anak saya. Malam Selawe selalu ada cerita,” katanya.

Suasana malam semakin terasa istimewa ketika hujan turun setelah langit sempat cerah pada sore hari. Sebagian masyarakat memaknai hujan tersebut sebagai hujan keberkahan yang menambah kekhidmatan tradisi Malam Selawe di kawasan Sunan Giri.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap tradisi luhur ini terus dijaga sebagai warisan budaya dan spiritual yang memperkuat nilai religius sekaligus kebersamaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....