Malam Seribu Bulan dan Pentingnya Istiqomah Pasca Ramadan
- 11 Mar 2026 18:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan berbagai keutamaan bagi umat Islam, salah satunya adalah hadirnya malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar atau yang sering disebut sebagai malam seribu bulan. Malam Lailatul Qadar menjadi momen yang sangat dinantikan karena nilai ibadah yang dilakukan di dalamnya lebih baik dari pada ibadah selama seribu bulan.
Dai dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah Surabaya, Ustad H. Mawahib Al Masyhadiy S.Ag., MM, menjelaskan bahwa malam seribu bulan merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Allah SWT memberikan keistimewaan luar biasa melalui malam Lailatul Qadar. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan,” ujar Ustad Mawahib saat berbincang dengan RRI Surabaya dalam program Berkah Ramadan, Rabu 11 Maret 2026.
Menurutnya, berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, serta memperbanyak sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan agar dapat meraih keberkahan malam tersebut.
Namun demikian, ia menekankan bahwa semangat ibadah tidak seharusnya hanya muncul pada bulan Ramadan saja. Justru setelah Ramadan berakhir, umat Islam diharapkan mampu mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama sebulan penuh.
“Ramadan sejatinya adalah madrasah atau tempat latihan bagi umat Islam untuk membentuk kebiasaan baik. Jika setelah Ramadhan kita masih mampu menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan perbuatan, itulah tanda bahwa ibadah Ramadan kita berhasil,”ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga istiqomah, yaitu konsistensi dalam melakukan kebaikan meskipun dalam jumlah kecil. Menurutnya, Allah SWT lebih menyukai amalan yang dilakukan secara terus-menerus daripada amalan yang besar tetapi hanya sesekali.
“Yang paling penting setelah Ramadan adalah menjaga istiqomah. Tidak harus langsung melakukan amalan yang berat, tetapi lakukan kebaikan secara konsisten. Dengan begitu, semangat Ramadan akan tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui momentum malam seribu bulan dan bulan Ramadan secara keseluruhan, Ustad Mawahib berharap umat Islam dapat menjadikannya sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam hubungan dengan sesama manusia.