Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah di 31 Kecamatan

  • 11 Mar 2026 16:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah secara serentak di 31 kecamatan selama empat hari, 11–14 Maret 2026. Program ini digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di halaman Kantor Kelurahan Karah, Rabu, 11 Maret 2026. “Alhamdulillah hari ini kita mengadakan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah di seluruh wilayah kecamatan di Kota Surabaya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bulog yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Eri.

Ia menegaskan stabilitas pangan menjadi perhatian penting, terutama di tengah situasi global yang dinilai tidak menentu. Karena itu, kami berupaya memastikan harga pangan tetap stabil sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Idulfitri dengan lebih tenang,” katanya.

Dalam program ini, Pemkot menyediakan beras SPHP 20.100 kilogram, beras premium 17.240 kilogram, Minyakita 8.640 liter, minyak goreng 4.506 liter, serta gula pasir 18.221 kilogram. Selain itu tersedia cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih masing-masing 1.340 pack, serta telur ayam dan daging ayam.

Eri menyebut program ini memiliki dua tujuan utama, yakni menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pada sepuluh hari terakhir Ramadan. “Beras, telur, dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling diminati karena merupakan kebutuhan utama saat sahur dan berbuka,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kecil di rumah untuk menanam kebutuhan sederhana seperti cabai guna memperkuat ketahanan pangan keluarga. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar.

“Melalui program ini diharapkan stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi di Surabaya tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyebut kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkot dengan perangkat daerah dan pelaku usaha.

Ia memastikan stok pangan Surabaya dalam kondisi aman dan mengimbau masyarakat berbelanja secukupnya agar distribusi merata.

Rekomendasi Berita