PLN Ingatkan Bahaya Balon Udara Liar
- 09 Mar 2026 15:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Tulungagung – Tradisi menerbangkan balon udara saat Ramadan hingga Idulfitri masih menjadi kebiasaan masyarakat di sejumlah wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Namun di balik tradisi tersebut, terdapat potensi risiko keselamatan dan gangguan terhadap infrastruktur kelistrikan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menggelar sosialisasi bersama pemerintah daerah serta aparat TNI dan Polri di Kecamatan Bandung dan Besuki. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Bandung itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya balon udara liar terhadap jaringan transmisi listrik.
Balon udara yang menggunakan api sebagai sumber panas berpotensi tersangkut pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi maupun menara transmisi. Jika hal tersebut terjadi, gangguan pada jaringan dapat memicu trip sistem kelistrikan hingga menyebabkan pemadaman listrik.
General Manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, mengatakan tradisi balon udara sebenarnya dapat tetap dilestarikan selama dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai aturan.
“PLN menghormati tradisi masyarakat. Namun kami mengingatkan agar penerbangan balon udara tidak dilakukan secara liar karena berpotensi membahayakan jaringan transmisi listrik,” ujarnya, dalam rilis yang diterima rri.co.id, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut PLN, wilayah Tulungagung menjadi salah satu daerah dengan aktivitas penerbangan balon udara yang cukup tinggi selama Ramadan. Karena itu, PLN bersama pemerintah kecamatan, aparat TNI, dan Polri berupaya memperkuat pengawasan sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tradisi tersebut tidak menimbulkan dampak negatif.
Selain sosialisasi, upaya pencegahan juga dilakukan melalui patroli wilayah dan koordinasi lintas instansi untuk memastikan keamanan jaringan listrik tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri. Melalui kolaborasi tersebut, PLN berharap masyarakat dapat tetap menjalankan tradisi secara bijak sehingga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat luas tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....