Komunitas VOID Jatim Salurkan Bantuan Anak Telantar
- 09 Mar 2026 13:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Komunitas VOID Jatim (Versys Owner Indonesia) menggelar aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik serta material bangunan bagi anak-anak telantar dan panti asuhan di Kabupaten Sidoarjo. Bantuan tersebut disalurkan ke Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo serta Panti Griya Yatim SYD Gedangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari bakti sosial yang digelar komunitas pecinta motor tersebut selama bulan suci Ramadan. Ketua Panitia Baksos VOID Jatim, Verdi, mengatakan bantuan yang diberikan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak di panti asuhan.
“Bantuan yang kami salurkan antara lain dua setel baju baru untuk setiap anak, popok bayi, mainan, tisu, hingga makanan ringan,” ujar Verdi dalam keterangan yang diterima, Senin 9 Maret 2026.
Selain kebutuhan logistik, komunitas tersebut juga menyumbangkan material bangunan berupa semen untuk membantu pembangunan fasilitas di Panti Griya Yatim SYD Gedangan. Menurut Verdi, kegiatan berbagi ini sengaja dilakukan pada bulan Ramadan agar anak-anak yang tinggal di panti juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami sengaja melakukan kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan agar mereka juga ikut merasakan kebahagiaan saat nanti Lebaran,” katanya.
Sementara itu, Kasi Pelayanan Sosial UPT PPSAB Sidoarjo, Swadaryati, menjelaskan saat ini pihaknya mengasuh 45 bayi telantar yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kapasitas maksimal penampungan di lembaga tersebut mencapai 55 anak.
“Saat ini tinggal 45 anak karena kami baru saja merujuk anak-anak yang sudah memasuki usia sekolah ke UPT di Nganjuk,” ujarnya.
Swadaryati menuturkan bayi-bayi yang dirawat merupakan hasil temuan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk wilayah ujung timur seperti Banyuwangi, Sumenep, hingga Pacitan. Proses penerimaan bayi di PPSAB dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta rumah sakit sebelum anak tersebut dititipkan ke lembaga sosial milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa proses adopsi di PPSAB dilakukan secara selektif untuk memastikan masa depan anak tetap terjamin. “Pertama kami melakukan publikasi temuan bayi sebanyak tiga kali untuk mencari keberadaan orang tua kandung. Jika keluarga tidak ditemukan, barulah dilakukan proses verifikasi lebih lanjut sebelum anak bisa diadopsi,” katanya.
Selama Ramadan tahun ini, proses adopsi di PPSAB Sidoarjo masih belum berlangsung karena pihak pengelola masih menunggu petunjuk teknis dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data tahunan, rata-rata sekitar 12 anak berhasil diadopsi setiap tahun melalui prosedur resmi di lembaga tersebut.
“Rasio antara anak yang masuk dengan yang diadopsi cenderung seimbang atau sekitar fifty-fifty,” ucap Swadaryati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....