Mengupas Filosofi ZISWAF Sebagai Mesin Penggerak Ekonomi Umat
- 05 Mar 2026 19:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Dibulan suci Ramadhan, program dialog interaktif Cahaya Ramadhan edisi Kamis (5/3) hadir menyapa pemirsa dengan bahasan yang cukup mendalam. Kali ini, tema yang diangkat adalah "Makna ZISWAF Dalam Kajian Ekonomi", menghadirkan pakar ekonomi syariah dari UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Siti Musfiqoh, MEI, yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) UINSA. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) bukan sekadar ritual ibadah vertikal, melainkan instrumen ekonomi yang sangat kuat.
Dr. Siti menjelaskan bahwa dalam kacamata ekonomi syariah, harta tidak boleh berhenti di satu titik (stagnan). ZISWAF berperan sebagai alat redistribusi kekayaan yang memastikan roda ekonomi terus berputar hingga ke lapisan masyarakat terbawah.
"ZISWAF adalah instrumen unik yang tidak dimiliki sistem ekonomi konvensional. Di sini, kita bicara tentang justice (keadilan) dan equity (pemerataan). Zakat membersihkan harta, sementara Wakaf membangun aset produktif yang manfaatnya abadi," kata Dr. Siti dalam dialog tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, ada tiga poin besar yang disoroti oleh Dr. Siti Musfiqoh:
Pengentasan Kemiskinan Terstruktur: Zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial (social safety net) bagi mustahik untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Pemberdayaan UMKM: Melalui skema pendanaan dari infak dan sedekah, masyarakat kecil bisa mendapatkan akses modal tanpa jeratan bunga.
Investasi Masa Depan melalui Wakaf: Wakaf produktif (seperti rumah sakit, sekolah, atau lahan pertanian) dipandang sebagai pilar ekonomi jangka panjang yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Menutup sesi diskusi, Dr. Siti mengajak masyarakat untuk melihat Ramadhan sebagai momentum "booster" ekonomi. Beliau berharap kesadaran berzakat tidak hanya muncul karena kewajiban, tapi karena pemahaman bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi langsung pada stabilitas ekonomi nasional.
"Jika dikelola dengan manajemen yang profesional seperti yang kami kaji di MAZAWA, ZISWAF bisa menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan ekonomi bangsa saat ini," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....