Berkah Ramadan, Pelaku Budaya Surabaya Terima Apresiasi

  • 03 Mar 2026 03:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sejumlah pelaku budaya asal Kota Surabaya menerima apresiasi bingkisan Lebaran, Senin 2 Maret 2026. Merupakan kolaborasi Komisi E DPRD Jatim, bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso mengatakan, apresiasi ini sebagai salah satu wujud perhatian kepada para seniman. Mereka adalah para 'Pahlawan' yang tetap melestarikan seni tradisional, khususnya tradisi Suroboyo.

"Salah satu bentuk perhatian, program program perhatian dan atensi kami terhadap para pelaku budayawan dan seniman di Jawa Timur khususnya di Kota Surabaya," kata Cahyo.

"Memang jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi ini adalah bentuk keseriusan kami untuk memperhatikan para pahlawan, para Garda terdepan menjaga keberlangsungan budaya kita," lanjut Cahyo.

Bagi Cahyo, memberi perhatian kepada para seniman, penting dilakukan. Indonesia adalah negara yang sangat kaya raya, dengan aneka ragam budaya, adat-istiadat, juga identitas diri yang sangat beraneka ragam, yang perlu dijaga.

"Kekayaan yang yang ada ini salah satunya adalah memberikan perhatian kepada para pelaku pelaku senimannya atau pelaku budayawan ini," ucapnya.

Menurut Cahyo, para seniman tradisi Surabaya ini perlu mendapat sentuhan perhatian dari Pemerintah. Bukan sekedar bantuan sesaat, tetapi bagaimana kebijakan yang berdampak bagi keberlangsungan hidup mereka.

"Karena sesungguhnya tidak hanya tentang finansial yang dipikirkan, tetapi keberlangsungan mereka dengan selalu tampil itu akan akhirnya menjaga eksistensi mereka, menjaga kompetensi mereka," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Disbudparta Jatim Adiyanto menjelaskan, Pemprov senantiasa kolaborasi dengan DPRD. Salah satunya adalah mewujudkan eksistensi seniman di tengah tantangan zaman.

"Pemerintah menginginkan, khususnya Disbudpar Jawa Timur menginginkan bahwa para pelaku budaya di Jawa Timur tidak hanya bisa bertahan, tetapi bisa tumbuh dan mandiri," ujarnya.

Budaya, lanjut Adiyanto, bukan sekedar warisan, akan tetapi sebagai sumber kesejahteraan yang bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Para pelaku budaya, didorong tidak bergantung kepada pemerintah semata.

"Tapi bisa lebih ikut melestarikan juga, entah lewat cara-cara yang mereka lakukan seperti itu," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, para pelaku budaya menerima apresiasi berupa uang tunai, serta bingkisan Lebaran yakni sembako, dan peralatan ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....