Kemenag Gelar Takjil Pesantren Bahas Masa Depan Santri
- 28 Feb 2026 08:39 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta — Direktorat Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan Direktorat Pesantren bertajuk “San Trend Ramadan”.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa santri perlu memiliki target belajar yang maksimal. Menurutnya, santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin, tetapi juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
“Santri masa kini jika bisa tidak hanya memiliki target tafaqquh fiddin tetapi bisa belajar ketatanegaraaan juga sehingga bisa sukses di pos-pos strategis,” ucap Kamaruddin, dalam rilis yang diterima, Sabtu, 28 Februari 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh PP Al-Tsaqafah, Said Aqil Siradj, menerangkan bahwa pesantren memiliki kekayaan tradisi keilmuan yang sangat besar, salah satunya melalui khazanah kitab kuning yang menjadi fondasi pembelajaran. Kiai Said menjelaskan, konstruksi keilmuan pesantren bertumpu pada tiga pilar utama, yakni bayan ilahi yang bersumber dari wahyu, bayan nabawi yang merujuk pada sunnah, serta bayan aqli yang berkembang melalui ijtihad ulama seperti ijma dan qiyas.
“Pesantren itu kaya, salah satunya karena tradisi kitab kuningnya. Di dalamnya ada bayan ilahi, ada bayan nabawi, dan juga bayan aqli yang melahirkan ijma serta qiyas sebagai metode istinbath hukum,” ujarnya.
Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “San Trend Ramadan” yang meliputi Takjil Pesantren, Pesantren di Radio, Ramadan Insight, Ngaji Bandongan Online, dan berbagai agenda lainnya.
Pelaksanaan perdana di PP Al-Tsaqafah Ciganjur mengangkat tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Proyeksi Santri Masa Depan.” Basnang menegaskan, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis pembinaan santri ke depan.
“Santri masa depan yang kita proyeksikan adalah santri yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren sebagaimana dicontohkan oleh Kiai Said, menguasai khazanah klasik, tetapi tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Santri harus mampu menjaga identitas keislaman dan keindonesiaannya, berwawasan luas, dan tetap berkomitmen untuk Indonesia,” kata Basnang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....