Perkembangan Ilmu Qira'at di Nusantara

  • 28 Feb 2026 05:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perkembangan Ilmu Qira'at Di Nusantara disampaikan oleh Dr. k. H. Ahsiim Sakho Muhammad, MA. Ia menjelaskan bahwa Ilmu Qiro'at Sab'ah sudah tersebar diseantero negeri-negeri Islam , Puncaknya pada abad ke 5 Hijriah.

Penyebaran Qiro'at di nusantara terkait dengan masuknya Islam di nusantara. Ada tiga teori tentang masuknya Islam di nusantara, yaitu :teori Arab (Yaman dan sekitarnya) teori Persia, teori India. Ketiga negeri ini jika dilihat di peta adalah negeri yang dilalui oleh para pedagang dari negeri Arab menuju ke Indonesia Timur sampai ke Canton di Cina. Pelabuhan Basrah di Irak adalah titik awal para pedagang yang akan menuju ke negeri-negeri timur.

Dari pelacakan yang dilakukan Badan Litbang Kementerian Agama, ditemukan ada lima sanad yang ternama di Indonesia. Lima sanad ini ialah K. H. Muhammad Sa'id Sampang Madura, K. H. Munawir Sidayu Gresik, K. H. Muhammad Mahfuzh at Tremasi, K. H. Munawir Krapyak Yogyakarta dan K.H.Dahlan Khalil Rejoso Jombang. Jalur sanad lima tokoh ini bertemu pada Syekh Nasiruddin at Thablawi dan Syekh Abu Yahya Zakariya al Anshari.

Tokoh-tokoh Qiro'at tersebut mempunyai banyak murid yang akhirnya mendirikan pesantren Tahfizh Al Qur'an. Diantaranya K. H. Munawir Krapyak Yogyakarta. Ia telah mencetak kader Ilmu Qiro'at diantara murid-muridnya yang berpengaruh, K. H. Arwani Amin Kudus. Kitabnya Faidhul Barakat merupakan karya puncak ilmu Qiro'at di Indonesia. sampai saat ini.Semenjak saat itu Ilmu Qiro'at mulai banyak peminatnya. Hanya terbatas pada pesantren tradisional.

Sanad Qur'an Dan Tafsir Di Nusantara yang ditulis Zainul Milal Bizawie. berupaya mengelaborasi lagi kelima sanad tersebut, mengklasifikannya kembali dan memetakannya agar, lebih mudah dan tidak membingungkan persebaran sanad Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....